Mati Total Sejak 50 Tahun Lalu, Satelit Ini Tiba-tiba Hidup Kembali
Jum'at, 15 November 2024 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Reporter BBC Jonathan Amos menyelidiki perjalanan Skynet-1A dan mengatakan bahwa kemungkinan besar perjalanan itu dilakukan pada tahun 1970-an. Kabarnya, warga Amerika mungkin terlibat dalam hal itu.
Berdasarkan laporan tersebut, tidak mungkin Skynet-1A dapat bergerak ke lokasinya saat ini dengan sendirinya. Jadi, seseorang pasti telah menyalakan pendorong satelit untuk menggerakkannya ke arah Barat.
Satelit itu dibuat di AS dan diluncurkan dengan roket Delta milik Angkatan Udara AS. Washington juga mengujinya sebelum menyerahkan komandonya kepada Angkatan Udara Kerajaan. Menurut beberapa dokumen, kendali Skynet-1A kembali ke AS pada Juni 1977, demikian laporan BBC.
Inilah saatnya AS seharusnya mengarahkannya menjauh. Namun, satelit di GEO selalu berada di tempat yang sama di atas permukaan Bumi. Namun manuver terakhir memindahkannya ke Amerika padahal seharusnya terangkat ke orbit yang lebih tinggi dan pindah ke kuburan orbit, tempat satelit yang tidak berfungsi berada.
Kejanggalan ini membuat Kementerian Pertahanan Inggris terus mengawasi satelit tersebut untuk memastikan tidak terjadi tabrakan. Sampah antariksa menjadi masalah yang lebih besar saat ini, dan para ahli memperingatkan bahwa ini hanya masalah waktu dan bukan apakah tabrakan antariksa akan terjadi.
Berdasarkan laporan tersebut, tidak mungkin Skynet-1A dapat bergerak ke lokasinya saat ini dengan sendirinya. Jadi, seseorang pasti telah menyalakan pendorong satelit untuk menggerakkannya ke arah Barat.
Satelit itu dibuat di AS dan diluncurkan dengan roket Delta milik Angkatan Udara AS. Washington juga mengujinya sebelum menyerahkan komandonya kepada Angkatan Udara Kerajaan. Menurut beberapa dokumen, kendali Skynet-1A kembali ke AS pada Juni 1977, demikian laporan BBC.
Inilah saatnya AS seharusnya mengarahkannya menjauh. Namun, satelit di GEO selalu berada di tempat yang sama di atas permukaan Bumi. Namun manuver terakhir memindahkannya ke Amerika padahal seharusnya terangkat ke orbit yang lebih tinggi dan pindah ke kuburan orbit, tempat satelit yang tidak berfungsi berada.
Kejanggalan ini membuat Kementerian Pertahanan Inggris terus mengawasi satelit tersebut untuk memastikan tidak terjadi tabrakan. Sampah antariksa menjadi masalah yang lebih besar saat ini, dan para ahli memperingatkan bahwa ini hanya masalah waktu dan bukan apakah tabrakan antariksa akan terjadi.
(wbs)
Lihat Juga :