Turritopsis dohrnii: Ubur-ubur yang Mampu Meregenerasi Diri, bisa Hidup Selamanya?
Senin, 11 November 2024 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Setelah tumbuh dewasa, Turritopsis dohrnii hanya berukuran sekitar 4,5 mm, lebih kecil dari kuku jari kelingking.
Perut berwarna merah cerah terlihat di tengah loncengnya yang transparan, dan ujung-ujungnya dilapisi dengan hingga 90 tentakel putih.
Namun, makhluk kecil transparan ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa. Sebagai respons terhadap kerusakan fisik atau bahkan kelaparan, mereka mengambil lompatan mundur dalam proses perkembangan mereka, berubah kembali menjadi polip.
Dalam proses yang tampak sangat mirip dengan keabadian, koloni polip yang terlahir kembali akhirnya bertunas dan melepaskan medusa yang secara genetik identik dengan dewasa yang terluka.
Baca Juga: 4 Hewan Aneh Ini Berhasil Ditemukan yang Pertama Berumur 125 Juta Tahun
Faktanya, sejak fenomena ini pertama kali diamati pada 1990-an, spesies ini kemudian disebut "ubur-ubur abadi".
Proses Transdiferensiasi
Mekanisme seluler di baliknya—proses langka yang dikenal sebagai transdiferensiasi—sangat menarik bagi para ilmuwan karena potensi penerapannya dalam pengobatan.
Perut berwarna merah cerah terlihat di tengah loncengnya yang transparan, dan ujung-ujungnya dilapisi dengan hingga 90 tentakel putih.
Namun, makhluk kecil transparan ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa. Sebagai respons terhadap kerusakan fisik atau bahkan kelaparan, mereka mengambil lompatan mundur dalam proses perkembangan mereka, berubah kembali menjadi polip.
Dalam proses yang tampak sangat mirip dengan keabadian, koloni polip yang terlahir kembali akhirnya bertunas dan melepaskan medusa yang secara genetik identik dengan dewasa yang terluka.
Baca Juga: 4 Hewan Aneh Ini Berhasil Ditemukan yang Pertama Berumur 125 Juta Tahun
Faktanya, sejak fenomena ini pertama kali diamati pada 1990-an, spesies ini kemudian disebut "ubur-ubur abadi".
Proses Transdiferensiasi
![Turritopsis dohrnii: Ubur-ubur yang Mampu Meregenerasi Diri, bisa Hidup Selamanya?]()
Mekanisme seluler di baliknya—proses langka yang dikenal sebagai transdiferensiasi—sangat menarik bagi para ilmuwan karena potensi penerapannya dalam pengobatan.

Lihat Juga :