Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus, Zona Lempeng Tektonik Ini Dipantau Ketat
Senin, 04 November 2024 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki yang masih terjadi berisiko gempa dan tsunami tak hanya pada pertemuan lempeng di selatan Lombok dan Bali, tapi juga dari zona yang menyesar ke utara ini.
Lempeng tektonik adalah lempengan kerak Bumi yang bergerak dengan sangat perlahan di seluruh permukaan planet kita. Indonesia berada di sepanjang “Cincin Api Pasifik”, di mana beberapa lempeng tektonik bertabrakan dan banyak terjadi letusan gunung berapi serta gempa bumi.
Beberapa dari gempa yang terjadi sangat besar, seperti gempa berkekuatan 9,1 skala richter di lepas pantai barat Sumatra yang menghasilkan tsunami di Samudra Hindia pada 2004. Gempa tersebut terjadi di sepanjang zona subduksi Jawa-Sumatra, di mana lempeng tektonik Australia bergerak di bawah lempeng Sunda di Indonesia.
Namun menuju bagian timur dari pulau Jawa, zona subduksinya telah “mampat” oleh kerak benua Australia, yang lebih tebal dan lebih ringan dari lempeng Oceanic yang bergerak di bawah Jawa dan Sumatra.
Lempeng benua Australia tidak bisa didorong ke bawah Lempeng sunda, sehingga ia mulai berjalan di atasnya. Proses ini disebut dengan sesar naik belakang busur.
Data dari gempa Lombok yang baru-baru ini terjadi menunjukkan gempa-gempa tersebut terkait dengan dengan zona busur belakang ini.
Lempeng tektonik adalah lempengan kerak Bumi yang bergerak dengan sangat perlahan di seluruh permukaan planet kita. Indonesia berada di sepanjang “Cincin Api Pasifik”, di mana beberapa lempeng tektonik bertabrakan dan banyak terjadi letusan gunung berapi serta gempa bumi.
Beberapa dari gempa yang terjadi sangat besar, seperti gempa berkekuatan 9,1 skala richter di lepas pantai barat Sumatra yang menghasilkan tsunami di Samudra Hindia pada 2004. Gempa tersebut terjadi di sepanjang zona subduksi Jawa-Sumatra, di mana lempeng tektonik Australia bergerak di bawah lempeng Sunda di Indonesia.
Namun menuju bagian timur dari pulau Jawa, zona subduksinya telah “mampat” oleh kerak benua Australia, yang lebih tebal dan lebih ringan dari lempeng Oceanic yang bergerak di bawah Jawa dan Sumatra.
Lempeng benua Australia tidak bisa didorong ke bawah Lempeng sunda, sehingga ia mulai berjalan di atasnya. Proses ini disebut dengan sesar naik belakang busur.
Data dari gempa Lombok yang baru-baru ini terjadi menunjukkan gempa-gempa tersebut terkait dengan dengan zona busur belakang ini.
Lihat Juga :