Deteksi Dini Demensia Jadi Mudah lewat HP, Ini Inovasi Samsung SFT 2024!

Sabtu, 02 November 2024 - 09:00 WIB
loading...
Deteksi Dini Demensia...
Tim Masetasia berhasil mencuri perhatian dengan inovasi deteksi dini demensia berbasis teknologi. Foto: dok SINDONews
A A A
JAKARTA - Tim anak muda berbakat dari kompetisi Samsung Solve For Tomorrow (SFT) 2024 menciptakan inovasi luar biasa: sebuah metode deteksi dini demensia yang mudah dan praktis, cukup menggunakan smartphone!

Demensia, penyakit yang menyerang kemampuan kognitif otak, menjadi momok menakutkan bagi para lansia. Di Indonesia sendiri, lebih dari 4,2 juta lansia menderita demensia.

Gejala-gejala seperti gangguan daya ingat, kesulitan beraktivitas, dan perubahan perilaku tidak hanya berdampak pada penderita, tetapi juga menimbulkan beban emosional dan finansial bagi keluarga.

Samsung Solve For Tomorrow (SFT) adalah kompetisi yang menantang generasi muda Indonesia untuk menciptakan solusi inovatif berbasis teknologi dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial.

Tahun ini, SFT 2024 mengusung tema Health & Wellness, Education & Learning, dan Empowerment & Sustainability.

“Kami ingin anak-anak muda di Indonesia menjadi inovator yang mampu membawa perubahan positif,” ujar Ennita Pramono, Kepala Bidang CSR Samsung Electronics Indonesia. "Program ini adalah wujud kontribusi kami dalam memajukan pendidikan dan mendukung mereka untuk mewujudkan mimpi dan ide-idenya,” tambahnya.

Tim Masetasia: Juara dengan Inovasi Deteksi Dini Demensia

Dari sekian banyak peserta, tim Masetasia berhasil mencuri perhatian dengan inovasi deteksi dini demensia berbasis teknologi. Mereka memanfaatkan Clock Drawing Test (CDT), tes menggambar jam yang umum digunakan untuk mengidentifikasi gangguan kognitif.

Bagaimana Cara Kerjanya?

- Menggambar Jam: Pasien diminta untuk menggambar jam yang menunjukkan pukul 11:30.

- Unggah Foto: Hasil gambar jam kemudian difoto dan diunggah ke situs web yang dikembangkan oleh tim Masetasia.

- Analisis AI: Situs web akan menganalisis gambar secara otomatis menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan menentukan tingkat keparahan demensia (ringan, sedang, atau berat).

Keunggulan Inovasi Tim Masetasia

Praktis dan Mudah: hanya butuh smartphone dan koneksi internet, sehingga dapat diakses oleh siapa saja, termasuk lansia di daerah terpencil.

Akurat: Tingkat akurasi diagnosis mencapai 87% dibanding hasil deteksi oleh psikolog klinis.

Minim Bias: Analisis dilakukan oleh AI, sehingga mengurangi potensi bias dari penguji manusia.

Mudah Digunakan: Skor System Usability mencapai 83, menunjukkan bahwa alat ini mudah dipahami dan digunakan oleh lansia.

"Solusi yang ditawarkan oleh tim Masetasia memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan alat deteksi lainnya," kata Banu, Kepala Laboratorium Inovasi Samsung Indonesia. "Alat ini mudah digunakan, praktis, dan minim bias."

Tim Masetasia menghadapi tantangan dalam mengumpulkan data awal yang melibatkan ribuan data dari siswa sekolah berasrama.

Namun, Atta, anggota tim Masetasia, mengungkapkan, "Tantangan ada untuk mendorong kita berprogres, bukan untuk berhenti."

Baca Juga: Samsung Galaxy AI Akan Menambah 4 Bahasa

Samsung berharap inovasi ini dapat mendorong lebih banyak generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan BRIN semakin memperkuat kredibilitas program ini.

Samsung juga memberikan pendampingan kepada para pemenang, termasuk mentoring di bidang bisnis dan teknis, untuk membantu mereka mengembangkan ide hingga tahap purwarupa dan produksimassal.

MG/Inda Farahainnisa
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Samsung Akui Tak Berdaya...
Samsung Akui Tak Berdaya Hadapi Gempuran Produk China
Ini Pemicu Samsung Berhenti...
Ini Pemicu Samsung Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Alasan Galaxy S26 Ultra...
Alasan Galaxy S26 Ultra Disebut AI Phone Paling Matang untuk Kerja Mobile di 2026
Samsung Umumkan Berhenti...
Samsung Umumkan Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Samsung Off Side Asal...
Samsung Off Side Asal Comot Gambar Dua Lipa Tanpa Izin
Samsung Siap Angkat...
Samsung Siap Angkat Kaki dari China, Ini Masalahnya
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Rekomendasi
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
9 IAIN Berubah Jadi...
9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar 11 PTKN yang Beralih Status
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved