Belum Pernah Terjadi! Suhu Samudra Atlantik Dekat Khatulistiwa Menurun
Minggu, 27 Oktober 2024 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
"Kami masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi," kata Michael McPhaden, seorang ilmuwan senior di Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) dan mengawasi daerah tropis dan mengumpulkan data waktu nyata terkait wilayah dingin, saat berbicara kepada Live Science.
"Bisa jadi itu merupakan beberapa fitur sementara yang berkembang dari proses yang belum sepenuhnya kita pahami," tambahnya.
Di Atlantik ekuator timur, suhu permukaan laut mencapai titik tertingginya pada bulan Februari dan Maret ketika mencapai lebih dari 86 derajat Fahrenheit (30 derajat Celsius) dan bulan-bulan tersebut menjadi bulan terhangat yang pernah tercatat sejak tahun 1982.
Pada bulan Juni, suhu mulai turun secara misterius dan menjadi paling dingin pada akhir Juli ketika suhu mencapai 77 F (25 C), tulis Tuchen baru-baru ini dalam sebuah posting blog.
Dalam prakiraan cuaca, peristiwa pendinginan tersebut tampaknya akan segera menjadi Atlantic NiƱa, yaitu pola iklim regional yang cenderung meningkatkan curah hujan di seluruh Afrika bagian barat.
"Bisa jadi itu merupakan beberapa fitur sementara yang berkembang dari proses yang belum sepenuhnya kita pahami," tambahnya.
Di Atlantik ekuator timur, suhu permukaan laut mencapai titik tertingginya pada bulan Februari dan Maret ketika mencapai lebih dari 86 derajat Fahrenheit (30 derajat Celsius) dan bulan-bulan tersebut menjadi bulan terhangat yang pernah tercatat sejak tahun 1982.
Pada bulan Juni, suhu mulai turun secara misterius dan menjadi paling dingin pada akhir Juli ketika suhu mencapai 77 F (25 C), tulis Tuchen baru-baru ini dalam sebuah posting blog.
Dalam prakiraan cuaca, peristiwa pendinginan tersebut tampaknya akan segera menjadi Atlantic NiƱa, yaitu pola iklim regional yang cenderung meningkatkan curah hujan di seluruh Afrika bagian barat.
Lihat Juga :