Panas Ekstrem, Ilmuwan Siap Gunakan Berlian untuk Sejukkan Bumi
Kamis, 24 Oktober 2024 - 05:55 WIB
loading...
Suhu panas ekstrem. FOTO/ DAILY
A
A
A
JAKARTA - Pemanasan berlebihan yang disebabkan oleh perubahan iklim, membuat sekelompok ahli iklim, meteorologi, dan Bumi siap mengeksplorasi debu berlian untuk menetralkan kembali pemanasan global.
BACA JUGA - Suhu Panas Ekstrem 50,4 Derajat Celcius Panggang Maroko
Bumi sedang memanas dan para ahli memperkirakan suhunya mungkin sudah mencapai titik yang tidak bisa kembali. Tindakan drastis perlu diambil untuk mendinginkan planet ini secara drastis dan sekadar mengekang emisi gas rumah kaca mungkin tidak akan membantu.
Para ilmuwan di seluruh dunia sepakat bahwa menyuntikkan aerosol ke atmosfer dapat membantu memecahkan masalah karena aerosol dapat memantulkan sinar matahari dan panas berlebih kembali ke luar angkasa. Sulfur dioksida, yang secara alami terdapat di atmosfer akibat letusan gunung berapi, telah menjadi yang terdepan dalam perlombaan ini.
Namun, hal itu memiliki efek samping dan dapat menyebabkan hujan asam di seluruh dunia, merusak lapisan ozon, dan juga menyebabkan perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi di lapisan atmosfer bawah.
BACA JUGA - Suhu Panas Ekstrem 50,4 Derajat Celcius Panggang Maroko
Bumi sedang memanas dan para ahli memperkirakan suhunya mungkin sudah mencapai titik yang tidak bisa kembali. Tindakan drastis perlu diambil untuk mendinginkan planet ini secara drastis dan sekadar mengekang emisi gas rumah kaca mungkin tidak akan membantu.
Para ilmuwan di seluruh dunia sepakat bahwa menyuntikkan aerosol ke atmosfer dapat membantu memecahkan masalah karena aerosol dapat memantulkan sinar matahari dan panas berlebih kembali ke luar angkasa. Sulfur dioksida, yang secara alami terdapat di atmosfer akibat letusan gunung berapi, telah menjadi yang terdepan dalam perlombaan ini.
Namun, hal itu memiliki efek samping dan dapat menyebabkan hujan asam di seluruh dunia, merusak lapisan ozon, dan juga menyebabkan perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi di lapisan atmosfer bawah.
Lihat Juga :