Lawan Kepintaran AI China, Google dan Microsoft Siap Gunakan Nuklir

Selasa, 22 Oktober 2024 - 12:45 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2035, reaktor-reaktor ini akan memasok listrik sebesar 500 MW dengan emisi karbon nol.
Kebutuhan energi yang tinggi untuk pusat data, terutama yang menjalankan layanan AI Google, menyebabkan perusahaan gagal memenuhi target untuk menjadikan operasi lebih berkelanjutan pada tahun lalu.

Penggunaan energi nuklir yang lebih ramah lingkungan diperkirakan akan membawa Google kembali ke jalur yang tepat untuk menjadikan operasi mereka net-zero pada tahun 2030.

Google bukan satu-satunya perusahaan yang mulai menggunakan tenaga nuklir untuk memenuhi kebutuhan pusat data.

Bulan lalu pembangkit listrik tenaga nuklir Three Mile Island yang berlokasi di Pennsylvania dihidupkan kembali untuk menghasilkan listrik yang dibutuhkan Microsoft.

Stasiun ini ditutup pada tahun 2019 karena tidak menguntungkan. Pembangkit listrik ini pernah mengalami krisis reaktor pada tahun 1979, yang hingga saat ini merupakan insiden paling serius yang melibatkan tenaga nuklir di Amerika Serikat.

Sementara itu, Three Mile Island, pembangkit listrik dekat Middletown, Pa., yang menjadi lokasi kecelakaan nuklir komersial terburuk dalam sejarah AS, akan dibuka kembali untuk memberi daya pada pusat data Microsoft, yang bertanggung jawab untuk memberi daya pada program komputasi awan dan kecerdasan buatan raksasa teknologi itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Dokter Indonesia Kembangkan...
Dokter Indonesia Kembangkan AI untuk Deteksi Dini Gagal Jantung, Pasien Tak Lagi Bolak-balik Masuk RS
Rekomendasi
Empat Tahun Persiapan...
Empat Tahun Persiapan Tim, Spanyol Akhirnya Tembus Final Piala Dunia 2026
UMB Bangun Sistem Pengelolaan...
UMB Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Pondok Kelor Tangerang
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Berita Terkini
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved