NASA Bikin Sayembara Berhadiah Rp46,7 Miliar untuk Atasi Kotoran Manusia
Kamis, 17 Oktober 2024 - 06:44 WIB
loading...
Banyak kantong kotoran manusia yang ditinggalkan astronot di Bulan. Foto/NASA
A
A
A
JAKARTA - Badan antariksa AS, NASA , membuat sayembara bertajuk LunaRecycle Challenge dengan hadiah USD3 juta atau Rp46,7 miliar untuk mengatasi masalah sampah dan kotoran manusia di Bulan. Dari kompetisi ini diharapkan akan muncul inovasi baru dan solusi praktis untuk mendaur ulang sampah demi keberlanjutan misi luar angkasa.
Di Bulan, ada 96 kantong kotoran manusia yang ditinggalkan para astronot. Dalam perjalanan ke Bulan, para astronot Apollo mengumpulkan kotoran dan urine mereka. Kantong-kantong ini, bersama dengan sampah dan limbah lainnya, dijatuhkan ke permukaan bulan untuk membebaskan ruang berat yang selanjutnya dipakai membawa sampel Bulan.
Selain kotoran manusia, limbah anorganik yang ditinggalkan di Bulan adalah peralatan sains, pakaian, dan kemasan makanan. Dalam jangka panjang hal ini akan menjadi masalah.
“Dengan tantangan ini, kami mencari pendekatan inovatif terhadap pengelolaan sampah di Bulan dan bertujuan untuk mengambil pelajaran yang dikaji kembali ke Bumi untuk kepentingan semua,” kata Amy Kaminski, eksekutif program untuk program Hadiah, Tantangan, dan Crowdsourcing NASA dilansir dari IFL Science, Kamis (17/10/2024).
Baca Juga: Pemilik Sampah Luar Angkasa Kena Denda Rp2,32 Miliar
“Beroperasi secara berkelanjutan adalah pertimbangan penting bagi NASA saat kami membuat penemuan dan melakukan penelitian baik jauh dari rumah maupun di Bumi.”
Kompetisi menemukan solusi praktis mengatasi sampah luar angkasa ini akan dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Prototype Build Track yang berfokus pada merancang dan mengembangkan komponen perangkat keras dan sistem untuk mendaur ulang satu atau lebih aliran limbah padat di permukaan bulan. Kemudian Digital Twin Track yang berfokus pada merancang replika virtual dari sistem lengkap untuk mendaur ulang aliran limbah padat di permukaan Bulan dan memproduksi produk akhir.
Di Bulan, ada 96 kantong kotoran manusia yang ditinggalkan para astronot. Dalam perjalanan ke Bulan, para astronot Apollo mengumpulkan kotoran dan urine mereka. Kantong-kantong ini, bersama dengan sampah dan limbah lainnya, dijatuhkan ke permukaan bulan untuk membebaskan ruang berat yang selanjutnya dipakai membawa sampel Bulan.
Selain kotoran manusia, limbah anorganik yang ditinggalkan di Bulan adalah peralatan sains, pakaian, dan kemasan makanan. Dalam jangka panjang hal ini akan menjadi masalah.
“Dengan tantangan ini, kami mencari pendekatan inovatif terhadap pengelolaan sampah di Bulan dan bertujuan untuk mengambil pelajaran yang dikaji kembali ke Bumi untuk kepentingan semua,” kata Amy Kaminski, eksekutif program untuk program Hadiah, Tantangan, dan Crowdsourcing NASA dilansir dari IFL Science, Kamis (17/10/2024).
Baca Juga: Pemilik Sampah Luar Angkasa Kena Denda Rp2,32 Miliar
“Beroperasi secara berkelanjutan adalah pertimbangan penting bagi NASA saat kami membuat penemuan dan melakukan penelitian baik jauh dari rumah maupun di Bumi.”
Kompetisi menemukan solusi praktis mengatasi sampah luar angkasa ini akan dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Prototype Build Track yang berfokus pada merancang dan mengembangkan komponen perangkat keras dan sistem untuk mendaur ulang satu atau lebih aliran limbah padat di permukaan bulan. Kemudian Digital Twin Track yang berfokus pada merancang replika virtual dari sistem lengkap untuk mendaur ulang aliran limbah padat di permukaan Bulan dan memproduksi produk akhir.
Lihat Juga :