Inilah Henry si Buaya Tertua di Dunia: 123 Tahun, 10.000 Keturunan!
Rabu, 09 Oktober 2024 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
2. Sistem kekebalan tubuh yang luar biasa: Darah buaya memiliki sifat antibakteri yang kuat, memungkinkan mereka bertahan hidup di air yang terkontaminasi bakteri. Sistem kekebalan tubuh mereka yang kuat juga membantu mereka pulih dari cedera dan penyakit.
3. Adaptasi sensorik yang luar biasa: Henry memiliki reseptor tekanan khusus yang disebut "organ sensorik integumen" yang terletak di kulitnya. Reseptor ini memungkinkannya mendeteksi perubahan tekanan air dan merasakan gerakan mangsa atau predator, bahkan dalam kegelapan total.
Baca Juga: Nelayan Diserang Ikan Aneh Berukuran Besar Mirip Buaya
3. Adaptasi sensorik yang luar biasa: Henry memiliki reseptor tekanan khusus yang disebut "organ sensorik integumen" yang terletak di kulitnya. Reseptor ini memungkinkannya mendeteksi perubahan tekanan air dan merasakan gerakan mangsa atau predator, bahkan dalam kegelapan total.
Baca Juga: Nelayan Diserang Ikan Aneh Berukuran Besar Mirip Buaya
Warisan Henry
Henry menarik ribuan pengunjung setiap tahun ke Crocworld. Warisannya tidak hanya tentang umur panjangnya, tetapi juga tentang nilai edukasi yang ia berikan. Melalui Henry, para ilmuwan telah mempelajari biologi penuaan pada reptil dan memperoleh wawasan yang lebih baik tentangspesiesnya.(dan)
Lihat Juga :