Starlink vs Qianfan: Duel Sengit AS-China Berebut Hegemoni Internet dan Ancaman Baru bagi Astronomi

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 07:00 WIB
loading...
Starlink vs Qianfan:...
Perlombaan antara Starlink dan Qianfan menandai era baru dalam eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Langit di atas kita tidak lagi sekadar ruang kosong. Tapi, sudah menjadi arena persaingan baru antara dua kekuatan adidaya: Amerika Serikat dan China.

Kedua negara ini berlomba-lomba memenuhi orbit bumi dengan ribuan satelit, menciptakan “megakonstelasi” yang menjanjikan akses internet global dan menghubungkan setiap sudut dunia.

Namun, di balik ambisi teknologi ini, terdapat kekhawatiran yang semakin nyata akan dampaknya terhadap astronomi dan keamanan ruang angkasa.

Starlink: Pelopor Internet Satelit dari SpaceX
Starlink vs Qianfan: Duel Sengit AS-China Berebut Hegemoni Internet dan Ancaman Baru bagi Astronomi

SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, telah menjadi pelopor dalam perlombaan ini dengan proyek ambisiusnya Starlink. Dengan lebih dari 6.000 satelit yang telah mengorbit Bumi, Starlink telah mengubah wajah internet global.

Jaringan satelit ini menawarkan akses internet broadband ke daerah-daerah terpencil dan pedesaan yang sebelumnya tidak terjangkau oleh infrastruktur internet konvensional.

Qianfan: Jawaban China untuk Starlink

Tidak mau kalah, China meluncurkan jawabannya sendiri dengan proyek Qianfan (atau dikenal juga sebagai G60). Dikembangkan oleh Shanghai Spacecom Satellite Technology (SSST), megakonstelasi ini direncanakan akan terdiri dari hampir 14.000 satelit yang akan menyediakan layanan internet dan multimedia ke seluruh dunia.

Peluncuran 18 satelit pertama Qianfan pada Agustus 2024 menandai awal dari ambisi China untuk menyaingi dominasi Starlink.

Persaingan Hegemoni di Angkasa

Perlombaan antara Starlink dan Qianfan mencerminkan persaingan lebih luas antara AS dan China dalam memperebutkan hegemoni di berbagai bidang, termasuk teknologi dan ruang angkasa. Megakonstelasi satelit tidak hanya menawarkan potensi ekonomi yang besar, tetapi juga memiliki implikasi strategis dalam bidang militer dan keamanan nasional.

Ancaman bagi Astronomi

Namun, proliferasi satelit di orbit Bumi juga menimbulkan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan astronom. Ribuan satelit yang memantulkan cahaya matahari dapat mengganggu pengamatan astronomi, menciptakan "polusi cahaya" yang menghalangi pandangan para ilmuwan ke alam semesta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rugi Rp85 Triliun, Mengapa...
Rugi Rp85 Triliun, Mengapa Valuasi SpaceX Malah Meroket Tembus Rp29.750 Triliun?
Megamerger Rp20.875...
Megamerger Rp20.875 Triliun: Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI demi Kuasai Komputasi Langit!
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
Kalahkan Aramco, SpaceX...
Kalahkan Aramco, SpaceX Bidik IPO Terbesar Sepanjang Sejarah dengan Valuasi Rp23.850 Triliun!
SpaceX Luncurkan Roket...
SpaceX Luncurkan Roket Starship ke-11 untuk Uji Desain Roket Terbaru
DPR AS Selidiki Starlink...
DPR AS Selidiki Starlink Milik Elon Musk Terkait Penipuan di Myanmar
AS Selundupkan 6.000...
AS Selundupkan 6.000 Terminal Starlink ke Iran saat Kerusuhan
SpaceX Dilaporkan Mempertimbangkan...
SpaceX Dilaporkan Mempertimbangkan Bergabung dengan Tesla
Perkuat Antariksa, Rusia...
Perkuat Antariksa, Rusia Luncurkan 300 Satelit untuk Lumpuhkan Starlink
Rekomendasi
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved