Bahaya, 3 Senjata Ini Paling Banyak Membunuh Umat Manusia
Rabu, 02 Oktober 2024 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Mengenal Mikhail Kalashnikov, Perancang Senapan AK-47 Asal Rusia
Pada 1949, AK-47 menjadi senapan serbu Angkatan Darat Soviet. Senjata ini kemudian diadopsi negara lain dalam Pakta Warsawa, dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan menjadi simbol revolusi di pelosok dunia seperti Vietnam, Afghanistan, Kolombia dan Mozambik - AK-47 bahkan ada di bendera Mozambik.
Senjata yang jumlahnya paling besar di dunia ini banyak digunakan dalam peristiwa kriminalitas dan terorisme. Militer AS juga telah mendistribusikan senjata ini dalam konflik di Afghanistan dan Irak. Masa pakainya hingga 20 hingga 40 tahun, senapan AK mudah dipindahkan dan digunakan kembali.
Harganya bisa mencapai ratusan dolar AS, tapi beberapa AK-47 bisa dibeli dengan harga sekitar Rp 700 ribu. Produksi besar di seluruh dunia, terutama di negara dengan biaya buruh rendah menekan harga senapan AK.
Peristiwa bom atom Hiroshima , Jepang yang dinamai Little Boy awalnya menewaskan 70.000 orang. Puluhan ribu lainnya menderita penyakit radiasi selama bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya. Ledakan bom Little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima setara dengan sekitar 15 kiloton TNT.
Sementara ICBM Rusia RS-28 Sarmat (dijuluki Satan 2 oleh NATO) dirancang untuk membawa hulu ledak 2.000 kali lebih kuat dari Little Boy. Insinyur Rusia mengklaim bahwa satu rudal Satan 2 dapat melenyapkan area sebesar Texas atau Prancis. Meskipun perjanjian pembatasan senjata secara drastis mengurangi jumlah persenjataan nuklir, diperkirakan masih ada sekitar 15.000 senjata nuklir di Bumi. Lebih dari 90 persen senjata tersebut dimiliki oleh Amerika Serikat dan Rusia.
Pada 1949, AK-47 menjadi senapan serbu Angkatan Darat Soviet. Senjata ini kemudian diadopsi negara lain dalam Pakta Warsawa, dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan menjadi simbol revolusi di pelosok dunia seperti Vietnam, Afghanistan, Kolombia dan Mozambik - AK-47 bahkan ada di bendera Mozambik.
Senjata yang jumlahnya paling besar di dunia ini banyak digunakan dalam peristiwa kriminalitas dan terorisme. Militer AS juga telah mendistribusikan senjata ini dalam konflik di Afghanistan dan Irak. Masa pakainya hingga 20 hingga 40 tahun, senapan AK mudah dipindahkan dan digunakan kembali.
Harganya bisa mencapai ratusan dolar AS, tapi beberapa AK-47 bisa dibeli dengan harga sekitar Rp 700 ribu. Produksi besar di seluruh dunia, terutama di negara dengan biaya buruh rendah menekan harga senapan AK.
2. Bom Nuklir
Peristiwa bom atom Hiroshima , Jepang yang dinamai Little Boy awalnya menewaskan 70.000 orang. Puluhan ribu lainnya menderita penyakit radiasi selama bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya. Ledakan bom Little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima setara dengan sekitar 15 kiloton TNT.
Sementara ICBM Rusia RS-28 Sarmat (dijuluki Satan 2 oleh NATO) dirancang untuk membawa hulu ledak 2.000 kali lebih kuat dari Little Boy. Insinyur Rusia mengklaim bahwa satu rudal Satan 2 dapat melenyapkan area sebesar Texas atau Prancis. Meskipun perjanjian pembatasan senjata secara drastis mengurangi jumlah persenjataan nuklir, diperkirakan masih ada sekitar 15.000 senjata nuklir di Bumi. Lebih dari 90 persen senjata tersebut dimiliki oleh Amerika Serikat dan Rusia.
Lihat Juga :