Bahaya, 3 Senjata Ini Paling Banyak Membunuh Umat Manusia
Rabu, 02 Oktober 2024 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Spek dan Harga AK 47, Senapan Serbu Populer Buatan Rusia
Dalam sejarah konflik bersenjata, penyakit sering kali menelan lebih banyak korban jiwa daripada pertempuran. Memasukkan bahan berinfeksi secara sengaja ke medan perang adalah strategi yang sebenarnya tak disukai, karena senjata biologis cenderung tidak dapat diprediksi daripada senjata kimia.
Virus dan bakteri tidak diskriminatif memilih korbannya. Salah satu contohnya peristiwa Kematian Hitam merenggut 25 juta nyawa. Senjata biologis telah dilarang berdasarkan Protokol Jenewa tahun 1925, tetapi Jepang menggunakan senjata biologis di China dan melakukan program eksperimen yang luas yang membunuh lebih dari 3.000 subjek uji manusia.
Konvensi Senjata Biologis dimaksudkan untuk membatasi pengembangan dan penyimpanan agen biologis, tetapi terungkap bahwa Uni Soviet telah terlibat dalam program senjata biologis rahasia besar-besaran sejak hari ia menandatangani perjanjian tersebut pada 1972. Tanpa sistem inspeksi dan penegakan yang invasif, Konvensi Senjata Biologis berfungsi lebih sebagai pernyataan tentang norma global mengenai senjata perang daripada sebagai larangan aktual terhadap agen biologis.
3. Senjata biologis
Dalam sejarah konflik bersenjata, penyakit sering kali menelan lebih banyak korban jiwa daripada pertempuran. Memasukkan bahan berinfeksi secara sengaja ke medan perang adalah strategi yang sebenarnya tak disukai, karena senjata biologis cenderung tidak dapat diprediksi daripada senjata kimia.
Virus dan bakteri tidak diskriminatif memilih korbannya. Salah satu contohnya peristiwa Kematian Hitam merenggut 25 juta nyawa. Senjata biologis telah dilarang berdasarkan Protokol Jenewa tahun 1925, tetapi Jepang menggunakan senjata biologis di China dan melakukan program eksperimen yang luas yang membunuh lebih dari 3.000 subjek uji manusia.
Konvensi Senjata Biologis dimaksudkan untuk membatasi pengembangan dan penyimpanan agen biologis, tetapi terungkap bahwa Uni Soviet telah terlibat dalam program senjata biologis rahasia besar-besaran sejak hari ia menandatangani perjanjian tersebut pada 1972. Tanpa sistem inspeksi dan penegakan yang invasif, Konvensi Senjata Biologis berfungsi lebih sebagai pernyataan tentang norma global mengenai senjata perang daripada sebagai larangan aktual terhadap agen biologis.
(msf)
Lihat Juga :