Selain Komet A3 di Bali, Ini 8 Peristiwa Langit yang Siap Memanjakan Mata
Senin, 30 September 2024 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah bintang katai putih kecil yang panas menarik hidrogen dari bintang raksasa merah, dan setiap 80 tahun, hidrogen sebanyak itu meledak," kata Kinzer.
Fenomena langit ini akan muncul pada bulan Oktober. Setelah beberapa hari, ia akan sekali lagi menghilang selama 80 tahun.
Planet Jupiter saat ini dapat diamati di langit. Namun alih-alih terlihat seperti bintang, penampakannya mirip bola kecil. Dengan bantuan teropong, kita dapat melihat empat bulan dari 95 bulan yang mengelilingi planet terbesar di tata surya itu.
Baca Juga: Dari Mana Asal Cincin Saturnus? Begini Penjelasannya
Planet Saturnus sekarang terlihat tepat ketika gelap dan akan tetap demikian hingga akhir tahun. Saat ini NASA telah mengirim pesawat rotorcraft mirip drone untuk mempelajari Titan, bulan terbesar Saturnus, yang diyakini mengandung bahan organik. Sebuah rotorcraft berdelapan bilah bernama Dragonfly dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2027 untuk tiba di tujuannya pada tahun 2034.
Dikenal sebagai Tujuh Saudari, Gugus Bintang Pleiades muncul tidak lama setelah gelap. Pemandangan langit ini dapat dinikmati dengan mata telanjang. "Tetapi dengan sepasang teropong, Anda dapat melihat puluhan bintang, kebanyakan berwarna biru cerah yang bagus," kata Kinzer.
Fenomena ini cukup luar biasa mengingat bintang-bintang itu berjarak 430 tahun cahaya, atau 2.500 triliun mil.
Galaksi Andromeda, galaksi besar terdekat dengan Bima Sakti, dapat diamati di langit malam. Bentuknya mirip sebuah gumpalan kecil yang kabur. "Gumpalan kecil yang kabur itu terdiri dari puluhan miliar bintang. Dan cahaya yang mengenai mata Anda meninggalkan bintang-bintang itu dua setengah juta tahun lalu," kata Kinzer.
Fenomena langit ini akan muncul pada bulan Oktober. Setelah beberapa hari, ia akan sekali lagi menghilang selama 80 tahun.
5. Jupiter dan bulannya
Planet Jupiter saat ini dapat diamati di langit. Namun alih-alih terlihat seperti bintang, penampakannya mirip bola kecil. Dengan bantuan teropong, kita dapat melihat empat bulan dari 95 bulan yang mengelilingi planet terbesar di tata surya itu.
Baca Juga: Dari Mana Asal Cincin Saturnus? Begini Penjelasannya
6. Saturnus
Planet Saturnus sekarang terlihat tepat ketika gelap dan akan tetap demikian hingga akhir tahun. Saat ini NASA telah mengirim pesawat rotorcraft mirip drone untuk mempelajari Titan, bulan terbesar Saturnus, yang diyakini mengandung bahan organik. Sebuah rotorcraft berdelapan bilah bernama Dragonfly dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2027 untuk tiba di tujuannya pada tahun 2034.
7. Klaster Bintang Pleiades
Dikenal sebagai Tujuh Saudari, Gugus Bintang Pleiades muncul tidak lama setelah gelap. Pemandangan langit ini dapat dinikmati dengan mata telanjang. "Tetapi dengan sepasang teropong, Anda dapat melihat puluhan bintang, kebanyakan berwarna biru cerah yang bagus," kata Kinzer.
Fenomena ini cukup luar biasa mengingat bintang-bintang itu berjarak 430 tahun cahaya, atau 2.500 triliun mil.
8. Galaksi Andromeda
Galaksi Andromeda, galaksi besar terdekat dengan Bima Sakti, dapat diamati di langit malam. Bentuknya mirip sebuah gumpalan kecil yang kabur. "Gumpalan kecil yang kabur itu terdiri dari puluhan miliar bintang. Dan cahaya yang mengenai mata Anda meninggalkan bintang-bintang itu dua setengah juta tahun lalu," kata Kinzer.
(msf)
Lihat Juga :