Bisa Membunuh, IRGC Larang Penggunaan Semua Perangkat Komunikasi

Jum'at, 27 September 2024 - 06:07 WIB
loading...
Bisa Membunuh, IRGC...
IRGC Melarang Penggunaan Semua Perangkat Komunikasi. FOTO/ DAILY
A A A
BEIRUT - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memerintahkan seluruh anggotanya untuk berhenti menggunakan perangkat komunikasi apa pun setelah ribuan pager dan walkie-talkie yang digunakan oleh pejuang Hizbullah menjadi sasaran serangan dunia maya yang kejam pekan lalu.

BACA HUGA - Iran Eksekusi Warga Swedia-Iran Atas Tuduhan Terorisme

Salah satu petugas keamanan mengatakan, operasi besar-besaran akan dilakukan untuk memeriksa seluruh perangkat yang digunakan IRGC dan tidak hanya melibatkan perangkat komunikasi.

Menurut dia, sebagian besar perangkat tersebut merupakan buatan lokal atau diimpor dari China dan Rusia.

Teheran juga khawatir bahwa agen-agen Israel juga menargetkan anggota mereka dan penyelidikan komprehensif telah diluncurkan sebagai tindakan pencegahan yang menargetkan anggota tingkat menengah dan tinggi.

“Ini melibatkan pemeriksaan rekening bank milik individu di bank lokal dan asing serta catatan perjalanan mereka termasuk keluarga mereka,” katanya, menolak untuk mengungkapkan identitasnya karena dia mengungkapkan informasi sensitif.

Dia juga menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang bagaimana sekitar 190.000 anggota IRGC berkomunikasi.

“Saat ini kami menggunakan enkripsi end-to-end dalam sistem pesan. Kami sudah menghubungi Hizbullah untuk evaluasi teknis dan beberapa sampel pecahan alat itu sudah dikirim untuk diperiksa ahlinya di sini,” ujarnya.

Seperti dilansir dari Daily Mail, serangan terkoordinasi selama dua hari berturut-turut telah merenggut 39 nyawa dan melukai lebih dari 3.000 orang.

Pihak berwenang Lebanon dan Hizbullah percaya bahwa Israel mendalangi serangkaian serangan tersebut, namun rezim Tel Aviv belum memberikan pengakuan apa pun hingga saat ini, malah terus melancarkan serangan udara berulang kali di Beirut.

Kekhawatiran utama lainnya dari IRGC adalah fasilitas nuklir dan rudal mereka, terutama di tempat penyimpanan bawah tanah yang mungkin menjadi sasaran musuh.

“Sejak tahun 2023, langkah-langkah keamanan telah ditingkatkan,” katanya, mengacu pada pembatasan yang lebih ketat setelah upaya untuk menyabotase program rudal Teheran.

Dia menjelaskan bahwa Iran segera bertindak untuk memperketat kontrol keamanan pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya setelah ledakan di Beirut.

IRGC, yang didirikan setelah Revolusi Islam tahun 1979, adalah kekuatan politik, militer dan ekonomi yang kuat di Iran dan memiliki kekuatan udara, laut dan darat sendiri yang bertanggung jawab mengawasi senjata strategis negara tersebut.

Mereka juga berpengaruh di Asia Barat melalui operasi di bawah Pasukan al-Quds dengan memberikan bantuan teknologi, senjata dan pelatihan kepada sekutu mereka; Hizbullah di Lebanon, Hamas di Gaza, Huthi di Yaman dan kelompok milisi di Irak.

Militer menggunakan berbagai perangkat komunikasi terenkripsi termasuk walkie-talkie untuk komunikasi yang aman.

“Diproduksi oleh pabrikan lokal atau gabungan pemasok dalam dan luar negeri meski model dan mereknya beragam,” kata petugas keamanan lainnya seraya menambahkan bahwa mereka tidak lagi menggunakan pager sejak lebih dari 20 tahun lalu.

Teheran juga mengembangkan transmisi radio tingkat militer melalui industri pertahanan untuk menghindari ketergantungan pada pasokan impor terutama karena negara tersebut menghadapi sanksi berat dari Barat atas program nuklirnya.

Sebelumnya pihaknya mengimpor perangkat komunikasi dari Rusia, China, dan Jepang.

Iran dan Israel telah terlibat dalam perang bayangan selama puluhan tahun dan saling menyalahkan atas tindakan sabotase dan rencana pembunuhan yang menargetkan individu-individu berpengaruh.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Kekurangan Senjata...
AS Kekurangan Senjata Stategis Akibat Ketergantungannya pada Tungsten China
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Rekomendasi
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Konsolidasi Nasional,...
Konsolidasi Nasional, KNPI Gandeng Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Prabowo
Berita Terkini
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved