Ilmuwan Temukan Tonjolan Berbahaya di sekitar Gunung Berapi Tanzania
Senin, 23 September 2024 - 20:39 WIB
loading...
A
A
A
Sejak Maret 2022, telah terjadi 'peningkatan cepat' dalam aktivitas vulkanik magma bawah tanah di tanah dekat gunung berapi, yang merupakan tanda malapetaka yang akan segera terjadi.
"Kami telah mampu mendeteksi gerakan sementara dalam aktivitas gunung berapi, dan ini merupakan pertanda awal dari segala jenis letusan," kata Ntambila Daud, mahasiswa pascasarjana di Virginia Tech.
Nama gunung berapi 'Ol Doinyo Lengai' berarti 'Gunung Dewa' dalam bahasa Maasai. Suku Maasai menganggap gunung berapi tersebut sebagai tempat suci dan berdoa kepadanya agar dapat menyembuhkan penyakit dan kemandulan serta terbebas dari segala kemalangan.
Catatan gunung berapi ini dimulai sejak tahun 1880-an, namun telah meletus sembilan kali sejak saat itu, dengan letusan terbesar terjadi 17 tahun lalu.
Akibat ledakan tersebut, abu membubung hingga ribuan kaki ke udara dan lava menyebar hingga hampir dua mil jauhnya.
"Kami telah mampu mendeteksi gerakan sementara dalam aktivitas gunung berapi, dan ini merupakan pertanda awal dari segala jenis letusan," kata Ntambila Daud, mahasiswa pascasarjana di Virginia Tech.
Nama gunung berapi 'Ol Doinyo Lengai' berarti 'Gunung Dewa' dalam bahasa Maasai. Suku Maasai menganggap gunung berapi tersebut sebagai tempat suci dan berdoa kepadanya agar dapat menyembuhkan penyakit dan kemandulan serta terbebas dari segala kemalangan.
Catatan gunung berapi ini dimulai sejak tahun 1880-an, namun telah meletus sembilan kali sejak saat itu, dengan letusan terbesar terjadi 17 tahun lalu.
Akibat ledakan tersebut, abu membubung hingga ribuan kaki ke udara dan lava menyebar hingga hampir dua mil jauhnya.
Lihat Juga :