Bagian Bumi yang Hilang Berusia 120 Juta Tahun Ditemukan di Kalimantan
Minggu, 22 September 2024 - 21:56 WIB
loading...
Bagian bumi yang hilang ditemukan di Kalimantan. FOTO/ WION NEWS
A
A
A
SAMARINDA - Para ilmuwan telah menemukan bagian Bumi berusia 120 juta tahun di Kalimantan yang diduga telah lama hilang.
BACA JUGA - Tangkalaluk Ular Besar Penunggu Hutan Kalimantan Usik Anthrozoologi Dunia
Keberadaan lempeng tektonik bernama Pontus terungkap setelah Suzanna van de Lagemaat, seorang geolog lulusan Universitas Utrecht di Belanda, dan pembimbingnya, Douwe van Hinsbergen, menganalisis data geologi dari pegunungan di kawasan Asia-Pasifik.
Ia menemukan tanda-tanda lempeng Pontus kuno di Kalimantan saat mempelajari formasi batuan. "Kami pikir kami berurusan dengan peninggalan lempeng yang hilang yang sudah kami ketahui. Namun, penelitian laboratorium magnetik kami pada batuan tersebut menunjukkan bahwa temuan kami berasal dari tempat yang jauh di utara, dan pasti merupakan sisa-sisa lempeng yang berbeda dan sebelumnya tidak diketahui," katanya.
Dalam upaya untuk mengetahui lempeng Pontus, Van de Lagemaat mempelajari kawasan kompleks aktivitas lempeng tektonik yang dikenal sebagai Kawasan Persimpangan. Jepang, Kalimantan, Filipina, Nugini, dan Selandia Baru membentuk kawasan ini.
BACA JUGA - Tangkalaluk Ular Besar Penunggu Hutan Kalimantan Usik Anthrozoologi Dunia
Keberadaan lempeng tektonik bernama Pontus terungkap setelah Suzanna van de Lagemaat, seorang geolog lulusan Universitas Utrecht di Belanda, dan pembimbingnya, Douwe van Hinsbergen, menganalisis data geologi dari pegunungan di kawasan Asia-Pasifik.
Ia menemukan tanda-tanda lempeng Pontus kuno di Kalimantan saat mempelajari formasi batuan. "Kami pikir kami berurusan dengan peninggalan lempeng yang hilang yang sudah kami ketahui. Namun, penelitian laboratorium magnetik kami pada batuan tersebut menunjukkan bahwa temuan kami berasal dari tempat yang jauh di utara, dan pasti merupakan sisa-sisa lempeng yang berbeda dan sebelumnya tidak diketahui," katanya.
Dalam upaya untuk mengetahui lempeng Pontus, Van de Lagemaat mempelajari kawasan kompleks aktivitas lempeng tektonik yang dikenal sebagai Kawasan Persimpangan. Jepang, Kalimantan, Filipina, Nugini, dan Selandia Baru membentuk kawasan ini.
Lihat Juga :