Spesifikasi Tank M1A1 Abrams AS, yang Jadi Bulan-bulanan Rusia

Senin, 16 September 2024 - 15:56 WIB
loading...
Spesifikasi Tank M1A1...
Tank Abrams memiliki tiga versi, yaitu M1, M1A1, dan M1A2. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Ukraina menerima sekitar 31 unit tank M1A1 Abrams AS dari para sekutunya untuk memperkuat posisinya di garda depan pertempuran melawan Rusia. Alih-alih mendapat pasokan darah baru, tank-tank ini jadi bulan-bulanan Rusia di medan perang.

Tercatat dari 31 unit yang didatangkan, 20 di antaranya hancur, dinonaktifkan atau ditangkap Rusia. Tank-tank ini dengan mudah dihancurkan oleh drone-drone kamikaze Rusia serta tank T-72B3 Rusia.

Bulgarian Military, Senin (16/9/2024) mencatat, sebuah gambar yang dirilis pada 14 September telah mengkonfirmasi klaim bahwa Rusia telah menangkap tank M1A1 Abrams. Tank ini merupakan model yang diperkuat, mengintegrasikan armor reaktif eksplosif Kontakt-1 Soviet serta perlindungan tambahan yang ditambahkan.

Rilis gambar ini menyusul konfirmasi hilangnya dua tank M1A1 Abrams lainnya, dengan gambar-gambar yang muncul kurang dari seminggu sebelumnya. Tank pertama hilang di dekat desa Volchye di arah Pokrovsk dari wilayah Donbas, sementara yang kedua berada di dekat permukiman Berdychi di wilayah yang sama.

Sekitar seminggu sebelum insiden ini, rekaman muncul menunjukkan kerusakan signifikan pada tank M1A1 Abrams lainnya, yang difilmkan sedang ditangkap dan ditarik oleh pasukan Rusia di dekat kota Avdiivka, bersama dengan tank Leopard 2A6.

Baca Juga: Kirim Abrams M1A1 Rekondisi untuk Ukraina, AS Sesumbar Lebih Canggih dari Tank Rusia

Laporan terbaru menunjukkan pasukan Ukraina telah kehilangan tank Abrams dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Tren ini mengikuti periode kerugian signifikan dari akhir Februari hingga pertengahan April, dengan tank pertama terlihat pada tanggal 23 Februari, dan kerugian awal dikonfirmasi tiga hari kemudian. Pada bulan April, kendaraan-kendaraan ini sementara ditarik dari garis depan untuk ditingkatkan perlindungannya.

Spesifikasi Tank Abrams AS


Tank Abrams memiliki tiga versi, yaitu M1, M1A1, dan M1A2. Ketiganya memiliki berat 60, 63, dan 69,54 ton dan dapat menampung 4 orang, yaitu komandan, penembak, pengisi peluru, dan pengemudi. Kecepatan Tank Abrams dapat mencapai 30 km/jam, sedangkan untuk jenis MIA2 yang lebih berat memiliki kecepatan 17 km/jam.

Dari ketiga versi tersebut MIA2 merupakan versi paling canggih. Hal paling menonjol dari tank Abrams ini adalah penambahan Sistem Informasi Antar Kendaraan (IVIS). Sistem ini memungkinkan pertukaran informasi secara otomatis antarkendaraan.

Dengan memasukkan informasi yang diberikan oleh sistem Posisi/Navigasi (POSNAV) di papan, komandan unit dapat melacak lokasi secara otomatis, tanpa menugaskan awak kendaraan. Selain itu, posisi musuh dapat diidentifikasi, diplot, dan disebarluaskan, sementara laporan dan permintaan artileri dapat diformat, dikirim, dan diproses secara otomatis.

Dari segi persenjataan, tank Abrams juga dibekali dengan meriam, satu senapan koaksial dan satu senapan utama yang dapat memuat 40-42 butir peluru. Selain memiliki daya serang yang besar, tank Abrams juga mempunya sisi pertahanan mumpuni.

Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi Tank Leopard 2 Jerman dengan Tank Abrams AS

Namun, fakta di medan pertempuran Ukraina-Rusia menampilkan hal berbeda. Dalam wawancara dengan media, personel Ukraina menyatakan ketidakpuasan terhadap tank Abrams, karena masalah teknis seperti kerentanan komponen elektronik terhadap kondensasi dan kerentanan terhadap tembakan Rusia. Ukuran besar tank-tank tersebut juga membuatnya menjadi sasaran empuk, terutama dibandingkan dengan tank-tank buatan Soviet Ukraina seperti T-80 dan T-64, yang memiliki profil yang lebih kecil.

Tank M1A1 Abrams juga menghadapi tantangan tak terduga di medan perang. Salah satu masalah utama adalah kerentanan terhadap taktik perang Rusia modern, terutama serangan drone.

Drone FPV Rusia menimbulkan ancaman serius karena presisi dan serangan yang tak kenal lelah, menyebabkan hilangnya beberapa tank Abrams tak lama setelah penyebarannya. Tentara Ukraina melaporkan tank-tank ini, yang kekurangan armor Chobham canggih dari model-model yang lebih baru, sangat rentan terhadap serangan drone, menjadikannya sasaran utama untuk dihancurkan.

Baca Juga: Dikeroyok Tank Leopard dan Abrams, Rusia Terjunkan Robot Penghancur

Selain itu, tank Abrams sangat bergantung pada sistem elektronik yang kompleks, yang tidak berfungsi dengan baik dalam lingkungan pertempuran Ukraina. Awak telah mengalami masalah dengan kondensasi di dalam tank, mempengaruhi sistem kritis seperti kontrol api dan unit komunikasi, mengakibatkan malfungsi dan isolasi medan perang. Selain itu, faktor lingkungan seperti hujan dan kabut telah mengganggu elektronik tank, mengganggu sistem navigasi mereka dan memberikan data yang tidak akurat kepada operator.

Selain itu, desain Abrams disesuaikan untuk perang gaya NATO, yang bergantung pada senjata gabungan dengan artileri yang kuat dan dukungan udara. Elemen-elemen ini tidak dimiliki Ukraina. Tank-tank tersebut telah ditarik dari beberapa garis depan karena meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh drone kamikaze Rusia.

Awak Ukraina telah mencoba mengatasi beberapa masalah ini dengan menambahkan armor darurat, tetapi langkah-langkah ini belum sepenuhnya menyelesaikan kerentanan tank. Para ahli menyarankan tank Abrams, yang awalnya dibangun untuk skenario pertempuran yang berbeda, tidak ideal untuk medan perang Ukraina.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DARPA Kembangkan Sistem...
DARPA Kembangkan Sistem Anti Drone untuk Kapal Kargo
3 Drone Israel Paling...
3 Drone Israel Paling Canggih untuk Serang Lawannya, Salah Satunya Mampu Menyerang Tanpa Terdeteksi
Mengerikan! China Bikin...
Mengerikan! China Bikin Drone Mungil yang Bisa Tembakkan Laser Pemotong Logam!
OpenAI Bantu AS Memproduksi...
OpenAI Bantu AS Memproduksi Drone Canggih Berbahaya
Drone vs. Drone! Ukraina...
Drone vs. Drone! Ukraina Ciptakan Sting untuk Lawan Shahed Iran Milik Rusia!
Kehebatan Tzeva Adom,...
Kehebatan Tzeva Adom, Senjata Canggih yang Dipasok Israel untuk Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
Rekomendasi
SPMB Jakarta 2026 Resmi...
SPMB Jakarta 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Begini Cara Pemilihan Sekolah
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved