Facebook Larang Frase Solidaritas Palestina, Meta Sebut Tak Berbahaya
Jum'at, 06 September 2024 - 18:05 WIB
loading...
Frase from the river to the sea tidak serta merta menunjukkan solidaritas ke Palestina. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pengawas Meta Platforms menilai Facebook tidak seharusnya secara otomatis menghapus frasa "From the river to the sea" yang menunjukkan solidaritas ke Palestina .
Pada Rabu (4/9/2024) Dewan yang beroperasi secara independen dengan didanai oleh perusahaan media sosial Amerika Serikat tersebut, menyatakan bahwa frase ini memiliki beberapa makna dan tidak dapat dianggap berbahaya, kekerasan, atau diskriminatif.
TRT World melansir, Jumat (6/9/2024) frase ini merujuk pada Sungai Yordan dan Laut Mediterania, yang terletak di antara kedua wilayah Israel dan Palestina. Frase ini pun sering diteriakkan dalam demonstrasi pro-Palestina.
Sementara beberapa pihak menuduh frasa tersebut sebagai anti-Semit, kelompok lain membantah interpretasi tersebut.
Baca Juga: Meta Akui Facebook, Instagram, dan WhatsApp Panaskan Konflik Israel-Palestina
"Konteks sangat penting," kata Pamela San Martin, salah satu ketua Dewan Pengawas. "Menghapus pidato politik begitu saja bukanlah solusi. Harus ada ruang untuk debat, terutama di masa krisis dan konflik."
Dewan Pengawas menyimpulkan hal tadi setelah meninjau tiga kasus yang melibatkan konten yang diposting di Facebook oleh pengguna berbeda yang memuat frase tersebut.
Pada Rabu (4/9/2024) Dewan yang beroperasi secara independen dengan didanai oleh perusahaan media sosial Amerika Serikat tersebut, menyatakan bahwa frase ini memiliki beberapa makna dan tidak dapat dianggap berbahaya, kekerasan, atau diskriminatif.
TRT World melansir, Jumat (6/9/2024) frase ini merujuk pada Sungai Yordan dan Laut Mediterania, yang terletak di antara kedua wilayah Israel dan Palestina. Frase ini pun sering diteriakkan dalam demonstrasi pro-Palestina.
Sementara beberapa pihak menuduh frasa tersebut sebagai anti-Semit, kelompok lain membantah interpretasi tersebut.
Baca Juga: Meta Akui Facebook, Instagram, dan WhatsApp Panaskan Konflik Israel-Palestina
"Konteks sangat penting," kata Pamela San Martin, salah satu ketua Dewan Pengawas. "Menghapus pidato politik begitu saja bukanlah solusi. Harus ada ruang untuk debat, terutama di masa krisis dan konflik."
Dewan Pengawas menyimpulkan hal tadi setelah meninjau tiga kasus yang melibatkan konten yang diposting di Facebook oleh pengguna berbeda yang memuat frase tersebut.
Lihat Juga :