Baru Rilis, Game Black Myth: Wukong Pecahkan Rekor Dunia

Kamis, 05 September 2024 - 13:01 WIB
loading...
Baru Rilis, Game Black...
Black Myth: Wukong terjual 10 juta unit setelah tiga hari dirilis. Foto/Wionews
A A A
JAKARTA - Industri game China pecahkan rekor lewat penjualan Black Myth: Wukong yang mencapai 10 juta unit setelah tiga hari dirilis.

Game bergenre aksi yang berlatar belakang mitologi China itu memecahkan rekor penjualan global beberapa hari setelah peluncurannya pada 20 Agustus 2024 lalu. Pada hari ke-10, game ini tetap menjadi yang terlaris secara global dan menempati peringkat kedua di Amerika Serikat berdasarkan pendapatan di platform Steam seharga Rp92 ribu.

"Black Myth: Wukong telah menunjukkan kepada semua orang bahwa game AAA (Triple-A) buatan China dapat mencapai penjualan global yang begitu tinggi," kata salah satu investor pengembang Game Science Dino Ying, melansir Wionews, Kamis (5/9/2024).

Ying juga menyebutkan bahwa ia mengetahui setidaknya satu game AAA (Triple-A) lainnya yang sedang dikembangkan, meskipun ia menolak memberikan informasi spesifik. Rilis game masa depan, katanya, akan memiliki strategi global sejak awal dan memprediksi bahwa pengembang game AAA (Triple-A) asing akan semakin menyesuaika para gamers China.

Baca Juga: Black Myth: Wukong Pecahkan Rekor Pemain Steam, Namun Dibayangi Kontroversi

Pasar China yang besar hingga mencapai 600 juta gamers memang menghadirkan peluang signifikan bagi pengembang game. Ivan Su, seorang analis ekuitas senior di Morningstar, mencatat bahwa alasan China sebelumnya tidak mengembangkan game AAA-nya sendiri karena proses produksinya yang panjang dan mahal. "Namun, China adalah negara besar. Kita berbicara tentang 1 juta pemain bersamaan," kata Su.

Kesuksesan game ini juga dikaitkan dengan elemen budaya lokal. "Game China sering memasukkan elemen budaya yang kaya yang semakin menarik bagi audiens global," kata Ashley Dudarenok, pendiri konsultan digital China ChoZan. Cita rasa budaya yang unik ini membedakan mereka dari game yang dikembangkan di wilayah lain.

Ying juga menyoroti signifikansi budaya game tersebut. Lantaran pengembangan game tersebut melibatkan pemindaian dan replikasi desain dari kuil-kuil kuno China untuk meningkatkan nuansa imersif.

Terobosan oleh "Black Myth: Wukong" menandakan era baru bagi industri game China, baik pengembang arus utama maupun indie siap untuk membuat dampak global yang signifikan.

Baca Juga: Black Myth: Wukong Jadi Game AAA China Tersukses, Media Barat Malah Nyinyir!

Selain kesuksesan arus utama, game China independen juga mendapatkan daya tarik. Cotton Game, misalnya, yang berbasis di Shanghai dengan staf sebanyak 70 orang, memenangkan penghargaan 2024 untuk tim pengembangan terbaik dalam game indie dari organisasi Game Connection

Game lainnya, Sunset Hills membutuhkan waktu lima tahun untuk digambar dengan tangan, diluncurkan di Steam setelah mengumpulkan 13 ribu dollar AS di Kickstarter.

Kesuksesan Black Myth: Wukong juga mencerminkan lingkungan peraturan yang lebih baik di China. Setelah menangguhkan judul game baru dan membatasi jam bermain untuk anak di bawah umur pada 2021, otoritas Beijing mulai menyetujui game lagi. "Secara pribadi saya pikir dalam dua tahun terakhir regulasi semakin menghormati industri game dan bermanfaat bagi perkembangannya," kata Ying.

Prospek industri game di China memang tengah berkembang pesat. Jumlah penjualan game domestik di China mencapai 147,27 miliar yuan pada paruh pertama 2024 dan penjualan luar negeri game yang dikembangkan di China meningkat menjadi 16,4 miliar dollar AS pada 2023.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Game Mobile Action RPG...
Game Mobile Action RPG ‘The God of Highschool Legends’ Dirilis, GAMES+ Bidik Jadi Publisher Terkemuka
Higgs Games Island Jadi...
Higgs Games Island Jadi Hiburan Harian, Domino Jadi Permainan Favorit
Platform Top Up Game...
Platform Top Up Game Lokal VCGamers Tawarkan Solusi Harga Lebih Terjangkau
Liga Berbasis Tim Jadi...
Liga Berbasis Tim Jadi Langkah Awal Penguatan Ekosistem Roblox
Awas Balik ke Zaman...
Awas Balik ke Zaman Pembajakan! Aturan Blokir Game Steam lewat Sistem IGRS Bikin Netizen Ngamuk
Dari 44 Juta Jadi 1...
Dari 44 Juta Jadi 1 Juta Pemain: Runtuhnya Kerajaan Fortnite Picu Gelombang PHK Epic Games
Akui Pernah Lakukan...
Akui Pernah Lakukan KDRT ke Istri, Dede Sunandar Ungkap Alasannya
Dilarang Main Gim Daring,...
Dilarang Main Gim Daring, 3 Anak Bunuh Diri Bersama-sama
Terungkap! Ini Pertanyaan...
Terungkap! Ini Pertanyaan Jebakan Kelompok Teroris untuk Jaring Anak-anak
Rekomendasi
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Berita Terkini
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved