Bak Neraka! Iran Alami Suhu Terekstrem di Bumi, Capai 82,2 Derajat Celcius
Sabtu, 31 Agustus 2024 - 14:58 WIB
loading...
Stasiun cuaca di Bandara Dayrestan melaporkan indeks panas 82,2°C pada 28 Agustus 2024. Foto/SCMP
A
A
A
JAKARTA - Sebuah desa di pesisir selatan Iran mengalami suhu terekstrem di Bumi hingga mencapai 82,2 derajat Celcius.
Stasiun cuaca di Bandara Dayrestan melaporkan indeks panas sebesar 82,2°C pada 28 Agustus 2024 lalu kepada Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat. Jika suhu ini dikonfirmasi, kondisi ini bisa menjadi indeks panas tertinggi yang pernah tercatat di Bumi.
Wionews.com melansir, Sabtu (31/8/2024) suhu di area tersebut biasanya dilaporkan mencapai 38,9°Celcius dengan kelembapan 85 persen. Namun, indeks panas yang belum pernah terjadi sebelumnya terjadi pada pukul 10.00 pagi (waktu setempat) pada 28 Agustus.
Meteorolog Amerika Serikat, Colin McCarthy mengonfirmasi keakuratan data tersebut. Ia menyatakan beberapa keraguan karena stasiun cuaca lain di wilayah tersebut melaporkan titik embun yang jauh lebih rendah.
“Investigasi resmi perlu dilakukan untuk menentukan apakah pembacaan ini akurat,” tulis McCarthy di akun media sosial X.
Baca Juga: PBB Prediksi Cuaca Panas Ekstrem Akan Dirasakan hingga 2026
Namun, ia mengakui gelombang panas bersejarah sedang terjadi di sebagian besar Timur Tengah, dan satu stasiun cuaca di Dhahran, Arab Saudi—yang saat ini memegang rekor dunia titik embun sebesar 35°Celcius—telah mencatat titik embun 33,9°Celcius dalam beberapa hari terakhir.
Stasiun cuaca di Bandara Dayrestan melaporkan indeks panas sebesar 82,2°C pada 28 Agustus 2024 lalu kepada Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat. Jika suhu ini dikonfirmasi, kondisi ini bisa menjadi indeks panas tertinggi yang pernah tercatat di Bumi.
Wionews.com melansir, Sabtu (31/8/2024) suhu di area tersebut biasanya dilaporkan mencapai 38,9°Celcius dengan kelembapan 85 persen. Namun, indeks panas yang belum pernah terjadi sebelumnya terjadi pada pukul 10.00 pagi (waktu setempat) pada 28 Agustus.
Meteorolog Amerika Serikat, Colin McCarthy mengonfirmasi keakuratan data tersebut. Ia menyatakan beberapa keraguan karena stasiun cuaca lain di wilayah tersebut melaporkan titik embun yang jauh lebih rendah.
“Investigasi resmi perlu dilakukan untuk menentukan apakah pembacaan ini akurat,” tulis McCarthy di akun media sosial X.
Baca Juga: PBB Prediksi Cuaca Panas Ekstrem Akan Dirasakan hingga 2026
Namun, ia mengakui gelombang panas bersejarah sedang terjadi di sebagian besar Timur Tengah, dan satu stasiun cuaca di Dhahran, Arab Saudi—yang saat ini memegang rekor dunia titik embun sebesar 35°Celcius—telah mencatat titik embun 33,9°Celcius dalam beberapa hari terakhir.
Lihat Juga :