Siap Hadirkan iPhone 16, Foxconn Tambah 50.000 Pekerja Baru

Minggu, 11 Agustus 2024 - 13:07 WIB
loading...
Siap Hadirkan iPhone...
Apple Store. FOTO/ DAILY
A A A
JAKARTA - Apple tak lama lagi akan meluncurkan iPhone 16 yang diyakini bakal diincar oleh banyak orang dari seluruh dunia. Oleh sebab itu, dibutuhkan produksi yang lebih masif demi memenuhi permintaan calon konsumen di seluruh dunia.

BACA JUGA - Apple Ajak Konsumen Jajal Kecanggihan VR Vision Pro Apple

Untuk mengatasi hal tersebut, Foxconn sebagai mitra terbesar Apple merekrut 50.000 ribu pekerja baru pada pabrik mereka di Zhengzhou, China. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi iPhone 16.

Melansir Business Korea, akhir Juli tahun ini, Foxconn mengunggah informasi rekrutmen di situs pekerjaan utama dan platform layanan jejaring sosial (SNS). Dalam iklan tersebut, perusahaan menawarkan upah per jam hingga 25 yuan atau sekitar Rp56 ribu.

Selain itu, pabrik Foxconn di Zhengzhou juga menawarkan bonus hingga 7.500 yuan. Angka tersebut alami peningkatan signifikan dari bonus yang ditawarkan sebulan sebelumnya sebesar 6.000 yuan.

Periode Agustus hingga Desember dianggap sebagai musim puncak pengiriman iPhone, dan Apple telah menetapkan target pengiriman ambisius sebesar 90 juta unit untuk iPhone 16, meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya. Berdasdarkan laporan Bloomberg, volume pengiriman iPhone 15 pada paruh kedua tahun lalu sekitar 81 juta unit.

Pabrik Foxconn di Zhengzhou dikenal sebagai basis produksi iPhone terbesar di dunia, dan banyaknya perekrutan baru-baru ini menggarisbawahi komitmen perusahaan untuk memenuhi target pengiriman Apple yang meningkat.

Langkah ini juga terjadi di tengah spekulasi bahwa Foxconn akan meninggalkan Tiongkok dan merelokasi fasilitas manufakturnya, namun hal ini dibantah oleh perusahaan tersebut. Pada 24 Juli, media asing besar melaporkan bahwa Foxconn akan membangun kantor pusat bisnis baru di Zhengzhou senilai sekitar 200 miliar won.

Sebagai informasi, Apple menempati peringkat pertama pasar ponsel pintar di China pada kuartal keempat tahun lalu. Tapi, mereka mengalami penurunan penjualan sebesar 19,1 persen pada kuartal pertama tahun ini, yang membuatnya turun ke posisi ketiga di belakang perusahaan lokal Vivo dan Honor.

Penurunan penjualan ini kemungkinan menambah tekanan pada Apple dan Foxconn untuk memastikan peluncuran yang sukses dan volume penjualan yang tinggi untuk iPhone 16. Peran Foxconn dalam manufaktur global, khususnya produksi produk Apple, sangatlah penting.

Sebagai penyedia jasa manufaktur elektronik terbesar di dunia dan perusahaan swasta terbesar di Tiongkok, operasi Foxconn berdampak signifikan terhadap rantai pasokan global.

Keputusan perusahaan untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan upah serta bonus mencerminkan persaingan pasar tenaga kerja di China, terutama di pusat manufaktur seperti Zhengzhou.

Pasar ponsel pintar di China sangat kompetitif, dengan merek lokal yang memberikan tantangan besar bagi pemain internasional seperti Apple.

Memahami dinamika pasar dan preferensi konsumen di sana sangat penting untuk memahami tekanan persaingan yang dihadapi oleh Apple dan mitra manufakturnya.

Secara historis, Foxconn telah menghadapi pengawasan ketat atas praktik ketenagakerjaan dan kondisi kerja di pabriknya di Tiongkok.

Upaya rekrutmen dan kenaikan upah saat ini dapat dilihat sebagai respons terhadap kontroversi di masa lalu dan mempertahankan tenaga kerja dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan produksi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Rekomendasi
Kim Soo Hyun Mulai Comeback...
Kim Soo Hyun Mulai Comeback ke Industri Hiburan Lewat Iklan Fashion
Perkuat Literasi Anak...
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Berita Terkini
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Glenny H Kairupan, Dirut Baru Garuda Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved