Tidak Takut Air Laut Surut, Ilmuwan Ini Bor Dasar Samudra Atlantik

Jum'at, 09 Agustus 2024 - 10:33 WIB
loading...
A A A
Lokasi tersebut dipilih karena aktivitas tektonik di area tersebut mendorong batuan yang biasanya berada jauh di dalam mantel Bumi menjadi jauh lebih dekat ke dasar laut, sehingga lebih mudah untuk diambil.

Namun, hal itu masih memerlukan pengeboran yang dalam untuk mendapatkan inti peridotit yang hampir kontinu sepanjang 4.160 kaki (1.268 meter), sejenis batuan beku.

Kedalaman ekstrem ini jauh lebih besar daripada upaya pengeboran sebelumnya ke batuan mantel samudra.

Menurut penelitian yang ditulis bersama oleh C. Johan Lissenberg dari Universitas Cardiff, para ilmuwan berhasil memulihkan 71% material yang dibor, dengan pemulihan hampir tuntas dari bagian-bagian panjang harzburgit yang sebagian terserpentinisasi (yaitu, sebagian batuan yang diubah oleh air).

Sebagaimana yang tercantum dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Sainspara peneliti menganalisis komposisi mineral dalam batuan dan menemukan bukti yang mendukung teori tentang bagaimana batuan yang lahir jauh di dalam mantel naik ke permukaan.

Dalam teori itu, tekanan mencairkan batuan yang kemudian ditekan ke atas, bercampur dengan magma di kerak sebelum meletus di dasar laut.

Para peneliti juga menemukan intrusi batuan kristal yang disebut gabro, yang terbentuk akibat pendinginan magma yang lambat. Mereka yakin gabro berperan besar dalam mengatur mineral dan gas yang ditemukan di ventilasi laut dalam, yang menurut beberapa ilmuwan merupakan rumah ideal bagi terbentuknya kehidupan primitif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Klaim Sinar...
Ilmuwan Klaim Sinar dalam Tubuh Manusia Menghilang ketika Sudah Mati
Ahli Bedah China Pindahkan...
Ahli Bedah China Pindahkan Telinga Wanita ke Kaki selama 5 Bulan
Penemuan Luar Biasa...
Penemuan Luar Biasa Ini Ubah Pemahaman Kita tentang Dinosaurus
Karpet Ajaib Hidup Ditemukan...
Karpet Ajaib Hidup Ditemukan di Kosta Rita, Spesies Cacing yang Jadi incaran Penelitian
Lumba-lumba Beribu Jari...
Lumba-lumba Beribu Jari Ditemukan untuk Pertama Kalinya
Samudra Atlantik Terdeteksi...
Samudra Atlantik Terdeteksi Akan Tertutup Cincin Gunung Berapi
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Bohongi AS, Ilmuwan...
Bohongi AS, Ilmuwan Harvard Justru Bantu China Membangun 'Tentara Super'
10 Ilmuwan Nuklir AS...
10 Ilmuwan Nuklir AS Tewas Misterius, Trump Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved