Tidak Takut Air Laut Surut, Ilmuwan Ini Bor Dasar Samudra Atlantik
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Mempelajari lebih lanjut tentang ventilasi tersebut dapat menghasilkan teori baru tentang bagaimana kehidupan di Bumi pertama kali bermula, dan bagaimana secara teoritis kehidupan dapat terbentuk di planet lain.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengakui bahwa masih banyak analisis lebih lanjut tentang apa yang mereka bor.
“Catatan batuan komprehensif yang diperoleh selama Ekspedisi 399 memberikan banyak peluang untuk membuat kemajuan mendasar pada pemahaman kita tentang mantel atas samudra,” kata mereka.
Dalam artikel yang menyertainya, profesor Universitas Utrecht Eric Hellebrand mengatakan “kedalaman tersebut jauh melampaui yang tercatat dalam upaya pengeboran sebelumnya dan menciptakan peluang untuk mengetahui fitur struktural dan mineralogi mantel serta bagaimana mantel berinteraksi dengan hidro dan biosfer.”
Ia juga mengungkapkan harapan bahwa ekspedisi pengeboran dapat meningkatkan standar studi tentang bagaimana Bumi terbentuk.
“Pengambilan sampel dasar laut melalui pengerukan selama puluhan tahun telah memberikan gambaran mineralogi mantel secara kasar,” tulisnya.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengakui bahwa masih banyak analisis lebih lanjut tentang apa yang mereka bor.
“Catatan batuan komprehensif yang diperoleh selama Ekspedisi 399 memberikan banyak peluang untuk membuat kemajuan mendasar pada pemahaman kita tentang mantel atas samudra,” kata mereka.
Dalam artikel yang menyertainya, profesor Universitas Utrecht Eric Hellebrand mengatakan “kedalaman tersebut jauh melampaui yang tercatat dalam upaya pengeboran sebelumnya dan menciptakan peluang untuk mengetahui fitur struktural dan mineralogi mantel serta bagaimana mantel berinteraksi dengan hidro dan biosfer.”
Ia juga mengungkapkan harapan bahwa ekspedisi pengeboran dapat meningkatkan standar studi tentang bagaimana Bumi terbentuk.
“Pengambilan sampel dasar laut melalui pengerukan selama puluhan tahun telah memberikan gambaran mineralogi mantel secara kasar,” tulisnya.
(wbs)
Lihat Juga :