WHO Sebut Suhu Panas Ekstrem Bunuh 175.000 Orang di Eropa
Minggu, 04 Agustus 2024 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
“Semua itu terjadi sejak tahun 2020 dan 10 tahun terpanas sejak tahun 2007,” kata Kluge.
Menurut WHO, terjadi peningkatan 30 persen kematian akibat cuaca panas di kawasan ini selama dua dekade terakhir.
Badan dunia tersebut menyatakan bahwa tekanan panas akan terjadi ketika tubuh manusia tidak dapat lagi mempertahankan suhu optimalnya.
''Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian terkait perubahan iklim di kawasan Eropa,'' tulis WHO.
Menurut WHO, terjadi peningkatan 30 persen kematian akibat cuaca panas di kawasan ini selama dua dekade terakhir.
Badan dunia tersebut menyatakan bahwa tekanan panas akan terjadi ketika tubuh manusia tidak dapat lagi mempertahankan suhu optimalnya.
''Penyakit ini merupakan penyebab utama kematian terkait perubahan iklim di kawasan Eropa,'' tulis WHO.
(wbs)
Lihat Juga :