Kasus Peretasan, Pakar Siber Sebut Polisi Harus Terjunkan SDM yang Tepat
Senin, 24 Agustus 2020 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Secara teknologi baik pihak kepolisian maupun Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) misalnya bisa melakukan digital forensik maupun penelusuran, namun jelas ini membutuhkan waktu yang tidak singkat. Untuk pemulihan maupun penghapusan sebuah akun hanya bisa dilakukan oleh penyedia platform media sosial.
Karena itu dari pihak penyedia platform biasanya memberikan jalan pelaporan, syarat utamanya adalah email utama yang digunakan masih bisa diakses.
Untuk peretasan Whatsapp sebenarnya pencegahannya lebih mudah dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah pada menu setting atau pengaturan Whatsapp. Nantinya kita diminta mengaktifkan dari 6 digit SMS yang dikirim ke nomor kita.
Bila langkah ini tidak dilakukan maka pelaku bisa langsung masuk ke akun Whatsapp. Setelah masuk para pelaku biasanya langsung mengaktifkan verifikasi dua langakh dan mengubah email, sehingga saat kita mau masuk lagi gagal.
Hal ini memerlukan edukasi, biasanya pelaku menyamar sebagai orang yang dikenal dengan akun palsu. Lalu meminta 6 digit angka kepada korban, dengan berbagai alasan.
Karena itu dari pihak penyedia platform biasanya memberikan jalan pelaporan, syarat utamanya adalah email utama yang digunakan masih bisa diakses.
Untuk peretasan Whatsapp sebenarnya pencegahannya lebih mudah dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah pada menu setting atau pengaturan Whatsapp. Nantinya kita diminta mengaktifkan dari 6 digit SMS yang dikirim ke nomor kita.
Bila langkah ini tidak dilakukan maka pelaku bisa langsung masuk ke akun Whatsapp. Setelah masuk para pelaku biasanya langsung mengaktifkan verifikasi dua langakh dan mengubah email, sehingga saat kita mau masuk lagi gagal.
Hal ini memerlukan edukasi, biasanya pelaku menyamar sebagai orang yang dikenal dengan akun palsu. Lalu meminta 6 digit angka kepada korban, dengan berbagai alasan.
Lihat Juga :