Mengenal Koi Pla, Makanan Paling Mematikan di Dunia

Rabu, 31 Juli 2024 - 21:00 WIB
loading...
A A A
Khuntikeo, yang kedua orangtuanya meninggal karena kanker saluran empedu setelah seumur hidup makan Koi Pla, telah menghabiskan banyak tahun berkeliling Thailand bagian timur laut dan memperingatkan orang-orang tentang bahaya mengonsumsi hidangan murah tapi berbahaya ini. Sayangnya, hidangan ikan tradisional ini sangat populer di wilayah Isaan Thailand sehingga membuat orang berhenti memakannya sangat sulit.

Generasi tua yang tumbuh dengan Koi Pla jauh lebih enggan untuk meninggalkannya, tetapi dokter seperti Narong Khuntikeo berharap setidaknya generasi muda akan menyadari bahaya yang dihadap dengan memakannya.

Baca Juga: 10 Makanan yang Berubah Jadi Racun Jika Dipanaskan Kembali

Dikatakan satu suap Koi Pla secara teknis cukup untuk menyebabkan kanker saluran empedu. Dikenal sebagai silent killer, penyakit ini memiliki salah satu tingkat kelangsungan hidup terendah tanpa operasi. Isaan, provinsi terbesar di Thailand, memiliki kasus kanker saluran empedu tertinggi yang dilaporkan di dunia sebagai akibat dari popularitas Koi Pla yang tak tergoyahkan.

Dr. Khuntikeo melakukan pengujian ekstensif di antara penduduk desa di provinsi Isaan Thailand dan menemukan hingga 80 persen dari mereka telah menelan cacing hati hidup, dan meskipun tidak semuanya menderita kanker saluran empedu, risiko terkena kondisi mematikan di masa depan adalah tinggi.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Vaksin Kanker Buatan...
Vaksin Kanker Buatan Rusia Menunjukkan Hasil Awal yang Menjanjikan
Terindikasi Zat seperti...
Terindikasi Zat seperti Racun Tikus, Daging Babi Berubah Jadi Biru
Google DeepMind Siap...
Google DeepMind Siap Gunakan AI untuk Mengobati Kanker
Kanker pada Dinosaurus...
Kanker pada Dinosaurus Ditemukan, Ilmuwan Klaim Bisa Bantu Selamatkan Nyawa Manusia
Riset Temukan Fakta...
Riset Temukan Fakta Teripang Mampu Cegah Penyebaran Kanker
Kenapa Bumbu Mie Instan...
Kenapa Bumbu Mie Instan Tidak Boleh Dimasak? Ini Jawabannya
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Isu Semprot Parfum di...
Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Rekomendasi
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
Sejarah Baru Gokart...
Sejarah Baru Gokart Listrik: 4 Pembalap Barcode Gokart Serbu Kejuaraan Dunia di Italia!
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved