84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Senin, 24 Agustus 2020 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ditemukan juga bahwa konten dari 10 website terbesar menyebarkan disinformasi kesehatan. Parahnya, konten dari website besar ini berpeluang dilihat empat kali lipat lebih banyak di Facebook.
Avaaz menegaskan, Facebook harus menempatkan koreksi independen dan pemeriksa fakta mengenai disinfomasi di platformnya.
Menurut Avaaz, upaya ini bisa mengurangi tingkat kepercayaan orang terhadap disinformasi di Facebook, setidaknya hingga 50 persen. Dan dikatakan Facebook harus mengubah algoritmanya untuk mengurangi jangkauan misinformasi hingga 80%.
"Facebook belum secara efektif menerapkan solusi ini pada skala dan kecanggihan yang diperlukan untuk mengalahkan infodemik ini, meskipun ada teguran berulang kali dari dokter dan pakar kesehatan untuk melakukannya," kata Avaaz dilansir dari Business Insider, Senin (24/8/2020).
Avaaz menegaskan, Facebook harus menempatkan koreksi independen dan pemeriksa fakta mengenai disinfomasi di platformnya.
Menurut Avaaz, upaya ini bisa mengurangi tingkat kepercayaan orang terhadap disinformasi di Facebook, setidaknya hingga 50 persen. Dan dikatakan Facebook harus mengubah algoritmanya untuk mengurangi jangkauan misinformasi hingga 80%.
"Facebook belum secara efektif menerapkan solusi ini pada skala dan kecanggihan yang diperlukan untuk mengalahkan infodemik ini, meskipun ada teguran berulang kali dari dokter dan pakar kesehatan untuk melakukannya," kata Avaaz dilansir dari Business Insider, Senin (24/8/2020).
(wbs)
Lihat Juga :