Mencari Partikel Tuhan, Ilmuwan Barat Habiskan Waktu 40 Tahun
Selasa, 23 Juli 2024 - 12:52 WIB
loading...
A
A
A
Paruh pertama abad ke-20 tidak hanya mengubah cara kita melakukan fisika, tetapi juga cara kita memandang alam semesta.
Selama beberapa dekade singkat, para ilmuwan beralih dari memperdebatkan keberadaan atom menjadi menggambarkan kumpulan partikel subatom yang diatur oleh hukum probabilitas non-intuitif.
Pada tahun 1960-an, terlihat jelas bahwa ada anomali yang mencolok dalam kumpulan ini - sebuah bidang hipotetis yang seharusnya bertanggung jawab untuk memberikan massa pada partikel fundamental lainnya.
Penemuan Higgs Boson pada tahun 2012 dianggap sebagai konfirmasi besar dari Model Standar fisika partikel. Namun, beberapa ilmuwan percaya bahwa Higgs Boson mungkin lebih dari sekadar partikel yang memberikan massa.
Mereka berharap Higgs Boson dapat menjadi kunci untuk membuka dunia fisika baru, yang mencakup dimensi ekstra, partikel supersimetris, dan gravitasi kuantum.
Selama beberapa dekade singkat, para ilmuwan beralih dari memperdebatkan keberadaan atom menjadi menggambarkan kumpulan partikel subatom yang diatur oleh hukum probabilitas non-intuitif.
Pada tahun 1960-an, terlihat jelas bahwa ada anomali yang mencolok dalam kumpulan ini - sebuah bidang hipotetis yang seharusnya bertanggung jawab untuk memberikan massa pada partikel fundamental lainnya.
Penemuan Higgs Boson pada tahun 2012 dianggap sebagai konfirmasi besar dari Model Standar fisika partikel. Namun, beberapa ilmuwan percaya bahwa Higgs Boson mungkin lebih dari sekadar partikel yang memberikan massa.
Mereka berharap Higgs Boson dapat menjadi kunci untuk membuka dunia fisika baru, yang mencakup dimensi ekstra, partikel supersimetris, dan gravitasi kuantum.
Lihat Juga :