4 Fakta Nuklir China yang Menggemparkan, Berkembang Paling Cepat di Dunia
Rabu, 19 Juni 2024 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
Mengutip laman Nuclear Threat Initiative, Rabu (19/6/2024), China sejak awal pengembangan program nuklir selalu mengandalkan saran atau masukan dari asing. Namun, seiring waktu mereka bisa menjadi mandiri dan tetap produktif.
Menurut data Statista, China tercatat sudah memiliki 500 hulu ledak nuklir per Januari 2024. Angka tersebut mungkin masih kalah jauh dengan negara lain seperti Amerika Serikat dan Rusia.
Namun, ternyata pengembangan nuklir China ini termasuk sangat cepat. Kelompok peneliti Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menyebut bahwa perluasan senjata nuklir Beijing merupakan yang paling cepat di dunia.
Pada Januari 2023, jumlahnya sudah berada di angka 410 hulu ledak. Sedangkan untuk Januari 2024 telah mencapai 500.
Beijing hanya kalah dari Amerika Serikat dan Rusia yang sudah memiliki ribuan hulu ledak. Namun, angka yang dimiliki China di atas diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangannya.
2. Jumlah Hulu Ledak Nuklir China
Saat ini, hanya sedikit negara yang diketahui memiliki senjata nuklir. Menariknya, China menjadi salah satu di antaranya.Menurut data Statista, China tercatat sudah memiliki 500 hulu ledak nuklir per Januari 2024. Angka tersebut mungkin masih kalah jauh dengan negara lain seperti Amerika Serikat dan Rusia.
Namun, ternyata pengembangan nuklir China ini termasuk sangat cepat. Kelompok peneliti Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menyebut bahwa perluasan senjata nuklir Beijing merupakan yang paling cepat di dunia.
Pada Januari 2023, jumlahnya sudah berada di angka 410 hulu ledak. Sedangkan untuk Januari 2024 telah mencapai 500.
3. Nomor 3 Terbanyak di Dunia
Sebagaimana disebutkan di atas, China sudah punya 500 hulu ledak nuklir. Angka tersebut menempatkannya sebagai negara dengan kepemilikan hulu ledak nuklir terbanyak ke-3.Beijing hanya kalah dari Amerika Serikat dan Rusia yang sudah memiliki ribuan hulu ledak. Namun, angka yang dimiliki China di atas diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangannya.
Lihat Juga :