Jepang Dikepung Bakteri Pemakan Daging Langka
Senin, 17 Juni 2024 - 16:26 WIB
loading...
Bakteri Pemakan Daging Manusia. FOTO/ CONVERSATIONS
A
A
A
TOKYO - Jepang tengah mengalami peningkatan tajam penyakit yang disebabkan oleh bakteri pemakan daging langka.
BACA JUGA - Bakteri Pemakan Daging Gemparkan AS, Kasus Infeksi Meningkat Pesat
Seperti dilansir dari Wion News, Senin (17/6/2024), Institut Penyakit Menular Nasional (NIID) menyebutkan terdapat 977 kasus sindrom syok toksik streptokokus (STSS) per 2 Juni, melebihi rekor 941 kasus yang dilaporkan tahun lalu.
NIID telah memantau perkembangan penyakit ini sejak tahun 1999. STSS merupakan komplikasi serius dari infeksi Streptococcus Grup A (GAS) dengan angka kematian yang tinggi.
Bakteri ini dapat membunuh orang yang terinfeksi hanya dalam waktu 48 jam.
Laporan berbasis ahli menyatakan bahwa deteksi cepat, dukungan pengobatan intensif dini, dan manajemen bedah sangat penting ketika merawat pasien yang terinfeksi bakteri tersebut.
GAS biasanya menyebabkan pembengkakan dan sakit tenggorokan pada anak-anak, dengan gejala awal STSS biasanya berupa demam dan menggigil, nyeri otot, mual dan muntah.
BACA JUGA - Bakteri Pemakan Daging Gemparkan AS, Kasus Infeksi Meningkat Pesat
Seperti dilansir dari Wion News, Senin (17/6/2024), Institut Penyakit Menular Nasional (NIID) menyebutkan terdapat 977 kasus sindrom syok toksik streptokokus (STSS) per 2 Juni, melebihi rekor 941 kasus yang dilaporkan tahun lalu.
NIID telah memantau perkembangan penyakit ini sejak tahun 1999. STSS merupakan komplikasi serius dari infeksi Streptococcus Grup A (GAS) dengan angka kematian yang tinggi.
Bakteri ini dapat membunuh orang yang terinfeksi hanya dalam waktu 48 jam.
Laporan berbasis ahli menyatakan bahwa deteksi cepat, dukungan pengobatan intensif dini, dan manajemen bedah sangat penting ketika merawat pasien yang terinfeksi bakteri tersebut.
GAS biasanya menyebabkan pembengkakan dan sakit tenggorokan pada anak-anak, dengan gejala awal STSS biasanya berupa demam dan menggigil, nyeri otot, mual dan muntah.
Lihat Juga :