Pterosaurus Predator Ganas Penguasa Udara dan Lautan Australia
Kamis, 13 Juni 2024 - 06:15 WIB
loading...
Pterosaurus Predator Ganas Penguasa Udara . FOTO/ IFL SCIENCE
A
A
A
SIDNEY - Bayangkan seekor predator ganas dengan sayap selebar 4,6 meter yang membumbung tinggi di atas lautan purba Australia. Itulah gambaran Haliskia peterseni, spesies pterosaurus baru yang menakjubkan yang baru saja diidentifikasi dari fosil yang digali di Queensland.
BACA JUGA - Arkeolog Temukan Dinosaurus Terkecil, Segini Ukurannya
Seperti dilansir dari IFL Science, penemuan ini menandai pterosaurus terlengkap yang pernah ditemukan di Australia, dan memberikan wawasan baru tentang makhluk luar biasa yang menguasai langit prasejarah.
Fosil Haliskia peterseni ditemukan pada tahun 2021 oleh Kevin Petersen, kurator museum Kronosaurus Korner, di sebuah lubang penggalian dekat Richmond.
Tulang yang terlihat di permukaan menarik perhatiannya, dan dia segera menyadari bahwa itu milik pterosaurus.
Ukuran spesimen yang besar, terbungkus dalam jaket plester berukuran 2,4 x 1,5 meter, membutuhkan persiapan yang cermat. Para peneliti menggunakan kombinasi pahat udara dan peniti logam untuk membersihkan fosil, mengungkapkan kerangka pterosaurus yang menakjubkan.
Berdasarkan tengkorak, gigi, dan bentuk tulang bahunya, para ilmuwan mengklasifikasikan Haliskia peterseni sebagai pterosaurus anhanguerian. Kelompok reptil terbang ini mendominasi langit selama periode Kapur, yang berlangsung sekitar 145 hingga 66 juta tahun lalu.
Nama "Haliskia peterseni" berasal dari bahasa Yunani Kuno, menggabungkan kata "halis" yang berarti "hantu laut" dengan nama Petersen untuk menghormati penemuannya. Nama ini mencerminkan ukuran pterosaurus yang besar dan habitatnya di laut dangkal yang luas yang dulunya menutupi Eromanga Sea.
BACA JUGA - Arkeolog Temukan Dinosaurus Terkecil, Segini Ukurannya
Seperti dilansir dari IFL Science, penemuan ini menandai pterosaurus terlengkap yang pernah ditemukan di Australia, dan memberikan wawasan baru tentang makhluk luar biasa yang menguasai langit prasejarah.
Fosil Haliskia peterseni ditemukan pada tahun 2021 oleh Kevin Petersen, kurator museum Kronosaurus Korner, di sebuah lubang penggalian dekat Richmond.
Tulang yang terlihat di permukaan menarik perhatiannya, dan dia segera menyadari bahwa itu milik pterosaurus.
Ukuran spesimen yang besar, terbungkus dalam jaket plester berukuran 2,4 x 1,5 meter, membutuhkan persiapan yang cermat. Para peneliti menggunakan kombinasi pahat udara dan peniti logam untuk membersihkan fosil, mengungkapkan kerangka pterosaurus yang menakjubkan.
Berdasarkan tengkorak, gigi, dan bentuk tulang bahunya, para ilmuwan mengklasifikasikan Haliskia peterseni sebagai pterosaurus anhanguerian. Kelompok reptil terbang ini mendominasi langit selama periode Kapur, yang berlangsung sekitar 145 hingga 66 juta tahun lalu.
Nama "Haliskia peterseni" berasal dari bahasa Yunani Kuno, menggabungkan kata "halis" yang berarti "hantu laut" dengan nama Petersen untuk menghormati penemuannya. Nama ini mencerminkan ukuran pterosaurus yang besar dan habitatnya di laut dangkal yang luas yang dulunya menutupi Eromanga Sea.
Lihat Juga :