Malaysia Gunakan Orangutan untuk Kenalkan Kelapa Sawit kepada Dunia
Jum'at, 07 Juni 2024 - 11:11 WIB
loading...
Orangutan. IFL Science
A
A
A
KUALALUMPUR - Malaysia baru-baru ini mengumumkan rencana "diplomasi orangutan", yang bertujuan untuk mengirim orangutan ke negara-negara mitra dagang utama kelapa sawit mereka.
BACA JUGA - Industri Kelapa Sawit Bantu Ekonomi Masyarakat Sekitar
Dikenakan sebagai tanda komitmen terhadap pelestarian spesies yang terancam punah, langkah ini telah menuai kritik dan kekhawatiran dari berbagai pihak.
Seperti dilansir dari IFL Science, Jumat (7/6/2023), pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Johari Abdul Ghani pada forum keanekaragaman hayati yang berlangsung pada awal Mei.
Meskipun detail pasti dari rencana tersebut belum jelas, rencana tersebut akan melibatkan pengiriman orangutan sebagai “hadiah” ke negara-negara pengimpor minyak sawit.
“Dengan memperkenalkan 'diplomasi orangutan', ini secara langsung membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa Malaysia selalu berkomitmen terhadap konservasi keanekaragaman hayati,” tulis Ghani kemudian di X, menyamakan rencana tersebut dengan “diplomasi panda” China. Sama seperti Tiongkok yang merupakan satu-satunya tempat di mana panda liar hidup, orangutan hanya ditemukan di Kalimantan dan Sumatra Indonesia.
“Malaysia tidak bisa mengambil pendekatan defensif terhadap isu kelapa sawit, sebaliknya kita perlu menunjukkan kepada negara-negara di dunia bahwa Malaysia adalah produsen minyak sawit berkelanjutan dan berkomitmen untuk melindungi hutan dan kelestarian lingkungan,” lanjutnya
BACA JUGA - Industri Kelapa Sawit Bantu Ekonomi Masyarakat Sekitar
Dikenakan sebagai tanda komitmen terhadap pelestarian spesies yang terancam punah, langkah ini telah menuai kritik dan kekhawatiran dari berbagai pihak.
Seperti dilansir dari IFL Science, Jumat (7/6/2023), pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Johari Abdul Ghani pada forum keanekaragaman hayati yang berlangsung pada awal Mei.
Meskipun detail pasti dari rencana tersebut belum jelas, rencana tersebut akan melibatkan pengiriman orangutan sebagai “hadiah” ke negara-negara pengimpor minyak sawit.
“Dengan memperkenalkan 'diplomasi orangutan', ini secara langsung membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa Malaysia selalu berkomitmen terhadap konservasi keanekaragaman hayati,” tulis Ghani kemudian di X, menyamakan rencana tersebut dengan “diplomasi panda” China. Sama seperti Tiongkok yang merupakan satu-satunya tempat di mana panda liar hidup, orangutan hanya ditemukan di Kalimantan dan Sumatra Indonesia.
“Malaysia tidak bisa mengambil pendekatan defensif terhadap isu kelapa sawit, sebaliknya kita perlu menunjukkan kepada negara-negara di dunia bahwa Malaysia adalah produsen minyak sawit berkelanjutan dan berkomitmen untuk melindungi hutan dan kelestarian lingkungan,” lanjutnya
Lihat Juga :