Canggih, Satelit China Deteksi Target Berjarak Jutaan Kilometer 

Kamis, 06 Juni 2024 - 10:05 WIB
loading...
A A A
Badan ruang angkasa ESA dan NASA telah lama mempertimbangkan penggunaan satelit khusus untuk observasi asteroid, namun sebagian besar rencana tersebut masih bersifat teoritis. Keberhasilan eksperimen China menunjukkan sistem pengamatan Bumi yang ada dapat digunakan kembali untuk meningkatkan kemampuan peringatan dini terhadap asteroid berisiko tinggi. Eksperimen ini juga menyoroti kemampuan kerja sama luar angkasa China yang canggih, termasuk observatorium darat besar di Beijing dan Xinjiang, serta satelit khusus untuk observasi angkasa.

Di masa depan, tim satelit China ingin mengintegrasikan jaringan radar darat yang besar untuk lebih meningkatkan kemampuan pelacakan dan penargetan.

Secara global, Amerika Serikat memimpin dalam hal sumber daya ruang angkasa dengan lebih dari 8.000 satelit di orbit, dan satelit Starlink milik SpaceX untuk komunikasi. Namun pesatnya pertumbuhan sistem observasi luar angkasa China, termasuk satelit Jilin-1 menimbulkan kekhawatiran di kalangan militer AS.

Berbicara di Forum Keamanan Kekuatan Luar Angkasa di Mitchell Institute for Aerospace Studies, Jenderal B. Chance Saltzman, kepala operasi luar angkasa AD menyatakan keprihatinannya terhadap konstelasi satelit intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) China yang semakin meningkat. “Secara khusus, China memiliki lebih dari 470 satelit ISR, yang meningkatkan jaringan sensor api untuk membunuh yang kuat,” kata Saltzman.

Jaringan sensor dan senjata baru ini menimbulkan ancaman berbahaya bagi pasukan yang dikerahkan. Kelly D. Hammett, Direktur Space Rapid Capabilities Office menyampaikan kekhawatirannya dan memperingatkan bahwa AS mungkin tertinggal dalam perlombaan luar angkasa. “Kami sedang membangun kemampuan baru dan mencoba hal-hal baru, namun yang diperlukan bukanlah struktur kekuatan untuk bersaing dan menghalangi,” kata Hammett.

MG/Muhammad Rauzan Ranupane Ramadan
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
Ilmuwan Temukan Kehidupan...
Ilmuwan Temukan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu
Karena Alasan Ini, Batu...
Karena Alasan Ini, Batu dari Mars di Afrika Diselidiki
Asteroid 2024 YR4 Diklaim...
Asteroid 2024 YR4 Diklaim Akan Menabrak Bulan
NASA Umumkan Baru Saja...
NASA Umumkan Baru Saja Selamatkan Bumi dari Kehancuran
NASA Kurangi Risiko...
NASA Kurangi Risiko Ancaman Asteroid Berbahaya Menjadi 0,28 Persen
Mengenal Prof Premana,...
Mengenal Prof Premana, Dosen Astronomi ITB yang Namanya Abadi di Langit
Kenapa China Disebut...
Kenapa China Disebut Zhonguo?
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Rekomendasi
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved