Apakah Hajar Aswad Batu Meteorit dari Luar Angkasa?
Kamis, 06 Juni 2024 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, Hampton mempelajari Hajar Aswad dengan menganalisis sampel pasir lokal yang diambil dari radius 2 kilometer dari tempat penemuan Hajar Aswad. Hasil analisis sampel mengungkapkan bahwa jumlah iridium atau logam yang ditemukan dalam meteorit di sampel tersebut memiliki kelimpahan dan lebih tinggi daripada rata-rata iridium yang ditemukan di kerak bumi.
Baca Juga: Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya
Mengenai anggapan Hajar Aswad sebagai batu meteorit ditanggapi berbeda oleh British Natural History Museum. Lembaga ini menunjukkan kemungkinan batu suci tersebut adalah pseudometeorit, atau batu di Bumi tetapi keliru dikaitkan sebagai batu dari luar angkasa.
Pada tahun 1980, Elsebeth Thomsen dari Universitas Copenhagen, Denmark mengajukan hipotesis berbeda. Menurutnya, seperti yang dinyatakan dalam dokumentasi New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba, Hajar Aswad adalah kaca pecah yang dipecahkan oleh dampak meteorit yang jatuh di Wabar, tempat di gurun Rub Al Khali, 1.000 kilometer sebelah timur Makkah. Meteorit tersebut diperkirakan jatuh 6.000 tahun lalu.
Kawah di Wabar dikenal karena banyaknya blok kaca silika yang menyatu akibat panas dampak dan diisi dengan butiran paduan besi nikel dari meteorit. Dalam puisi Arab kuno, Wabar dikenal sebagai situs kota yang menakjubkan tetapi hancur oleh api dari langit karena kejahatan kerajaan pada masa itu. Analisis ilmiah terhadap kawah Wabar pada tahun 2004 menunjukkan, dampak usia kawah Wabar diperkirakan 200-300 tahun.
Baca Juga: Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya
Mengenai anggapan Hajar Aswad sebagai batu meteorit ditanggapi berbeda oleh British Natural History Museum. Lembaga ini menunjukkan kemungkinan batu suci tersebut adalah pseudometeorit, atau batu di Bumi tetapi keliru dikaitkan sebagai batu dari luar angkasa.
Pada tahun 1980, Elsebeth Thomsen dari Universitas Copenhagen, Denmark mengajukan hipotesis berbeda. Menurutnya, seperti yang dinyatakan dalam dokumentasi New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba, Hajar Aswad adalah kaca pecah yang dipecahkan oleh dampak meteorit yang jatuh di Wabar, tempat di gurun Rub Al Khali, 1.000 kilometer sebelah timur Makkah. Meteorit tersebut diperkirakan jatuh 6.000 tahun lalu.
Kawah di Wabar dikenal karena banyaknya blok kaca silika yang menyatu akibat panas dampak dan diisi dengan butiran paduan besi nikel dari meteorit. Dalam puisi Arab kuno, Wabar dikenal sebagai situs kota yang menakjubkan tetapi hancur oleh api dari langit karena kejahatan kerajaan pada masa itu. Analisis ilmiah terhadap kawah Wabar pada tahun 2004 menunjukkan, dampak usia kawah Wabar diperkirakan 200-300 tahun.
(msf)
Lihat Juga :