Hacker Berhasil Meretas Akun Selebriti dan Influencer di TikTok, Paris Hilton dan CNN Jadi Korban

Rabu, 05 Juni 2024 - 10:31 WIB
loading...
Hacker Berhasil Meretas Akun Selebriti dan Influencer di TikTok, Paris Hilton dan CNN Jadi Korban
Hacker menargetkan influencer atau selebriti TikTok yang memiliki followers besar. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Pengguna TikTok harus lebih waspada. Sebab, saat ini media sosial asal China itu dihadapkan dengan isu kemanan. Dilaporkan ada pelanggaran keamanan besar-besaran. Para peretas menargetkan selebriti dan influencer yang memiliki ratusan ribu hingga jutaan followers.

Modus Peretas TikTok

Bloomberg melaporkan, para peretas mengirim tautan atau link berbahaya melalui pesan pribadi/DM untuk membajak akun-akun besar di platform media sosial milik ByteDance itu.

Para penyusup berhasil membobol akun saluran berita kabel CNN, menurut laporan tersebut. Akun lain ada Paris Hilton serta Sony.
Meskipun daftar lengkap akun yang ditargetkan atau diretas belum terungkap, TikTok mengatakan bahwa jumlah akun yang diretas relatif kecil.

"Kami telah mengambil tindakan untuk menghentikan serangan ini dan mencegahnya terjadi di masa depan," kata juru bicara TikTok kepada Bloomberg, menurut laporan tersebut. "Kami bekerja langsung dengan pemilik akun yang terkena dampak untuk memulihkan akses, jika diperlukan."

Laporan ini muncul pada saat TikTok menghadapi undang-undang baru di A.S. yang memberi ByteDance waktu 12 bulan untuk menjual sahamnya di TikTok atau berisiko platform tersebut ditutup.

Ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Joe Biden pada April 2024, undang-undang ini menyebut bahwa ancaman larangan diperlukan untuk menyelesaikan masalah keamanan nasional seputar platform tersebut.

ByteDance mengatakan, tak lama setelah undang-undang itu ditandatangani mereka tidak akan menjual TikTok dan mereka akan melawan undang-undang itu di pengadilan A.S.

"Yakinlah, kami tidak akan pergi ke mana-mana," kata CEO TikTok Shou Zi Chew dalam video yang diposting 24 April di TikTok. "Kami yakin dan kami akan terus memperjuangkan hak-hak Anda di pengadilan. Fakta dan Konstitusi ada di pihak kita."



Laporan peretasan di TikTok juga muncul pada saat beberapa perusahaan lain telah menjadi target serangan dunia maya.

Pada hari Jumat (31 Mei), penjual tiket Live Nation mengatakan bahwa sistem Ticketmaster-nya mungkin telah disusupi oleh seorang peretas yang mencoba menjual informasi pelanggan di web gelap.

Pada bulan Mei juga dilaporkan bahwa rumah lelang Christie's mengalami serangan dunia maya yang mengakibatkan pencurian detail kolektor dan data geolokasi karya seni, yang memengaruhi sekitar 500.000 pelanggan.

Pada hari Kamis (30 Mei), Ketua Komite Keuangan Senat Ron Wyden, D-Ore., meminta pemerintahan Biden untuk menyelidiki insiden keamanan siber baru-baru ini di UnitedHealthGroup.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.2541 seconds (0.1#10.140)
pixels