Kehadiran Starlink Bikin Operator Lain Resah, Ini Tanggapan Kominfo

Jum'at, 17 Mei 2024 - 18:51 WIB
loading...
Kehadiran Starlink Bikin...
Jaringan satelit internet milik Elon Musk Starlink segera beroperasi di Indonesia. (Foto: Starlink)
A A A
JAKARTA - Jaringan satelit internet milik Elon Musk Starlink akhirnya secara resmi beroperasi di Indonesia. Bahkan, dalam waktu dekat CEO SpaceX tersebut akan meresmikan kehadiran layanan internet satelit tersebut di ajang World Water Forum di Bali.

Namun, kehadiran Starlink ternyata belakangan juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan operator. Apalagi jika ternyata nantinya layanan internet satelit tersebut juga langsung ke konsumen.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) lantas memaklumi keresahan yang hadir di kalangan para operator. Respons tersebut merupakan hal yang wajar di tengah kehadiran teknologi baru.

“Jadi biasanya kalau ada suatu kehadiran teknologi baru seperti itu, ada suatu turbulensi, ada suatu yang merasa dirugikan, ada yang merasa diuntungkan, dan sebagainya. Akhirnya akan timbul sebuah keseimbangan baru,” tutur Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail di kantor Kominfo, Jakarta, Jumat, (17/5/2024).

Baca Juga: Masuk Indonesia, Starlink Bakal Acak-acak Harga Internet?

“Pada saat turbulensi itu memang wajar terjadi perdebatan kiri kanan, tapi tugas dari Pemerintah itu melakukan harmonisasi dari berbagai macam peluang teknologi yang bermanfaat buat masyarakat,” sambungnya.

Ismail juga menyebut, kehadiran Starlink sebenarnya bisa dibilang sebagai pelengkap dalam menawarkan layanan internet di Indonesia. Hal itu lantaran layanan Starlink bisa menjangkau lebih luas daerah-daerah yang belum terjangkau operator. Meski begitu, Kominfo memastikan, layanan operator seluler dan yang ditawarkan Starlink memiliki pasar berbeda.

“Teori dasarnya itu memang yang namanya perkembangan teknologi itu enggak bisa kita bendung. Karena kalau kita membendung teknologi, itu dia akan find out the way. Dan masyarakat juga seharusnya bisa menikmati berbagai macam jenis-jenis layanan tersebut,” katanya.

Baca Juga: Siapa yang Cocok Menggunakan Layanan Starlink di Indonesia?

Pasalnya, ia menilai, Starlink memiliki market yang unik karena menyasar pasar yang tidak bisa dijangkau operator lain. Kehadiran Starlink juga saat ini dianggap sebagai pelengkap saja. “Karena tidak semua masyarakat memerlukan Starlink. Tapi ada masyarakat yang sangat perlu Starlink itu. Karena di daerah-daerah yang memang sinyalnya enggak ada sama sekali. Ini kan sebuah solusi, alternatif yang penting. Apalagi kalau di daerah-daerah tersebut itu ada fasilitas-fasilitas penting,” ujarnya.

“Misalkan kalau ada seperti rumah sakit, sekolah, dan sebagainya. Itu yang selama ini coba kita atasi dengan berbagai macam teknologi juga. Sekarang dari segi tujuan itu yang penting masyarakat bisa menikmati. Perlu digaris bawahi, ini kan persoalan persaingan ya,” lanjutnya.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komitmen TelkomGroup...
Komitmen TelkomGroup Bersama Komdigi: Pastikan Infrastruktur Digital Prima Demi Kelancaran Mudik Idulfitri
AS Berencana Kirim Starlink...
AS Berencana Kirim Starlink untuk Hidupkan Layanan Internet Iran
DPR AS Selidiki Starlink...
DPR AS Selidiki Starlink Milik Elon Musk Terkait Penipuan di Myanmar
Gangguan Jaringan Optus...
Gangguan Jaringan Optus Merenggut Tiga Nyawa di Australia
Telkom Luncurkan Mata...
Telkom Luncurkan Mata Elang Digital Baru: Netmonk Kini Bisa Deteksi Masalah Jaringan Sebelum Menjadi Bencana
Starling Buka Blokir...
Starling Buka Blokir Internet, Teknologi Digital Iran Diklaim Tak Secanggih China
Layanan Kelistrikan...
Layanan Kelistrikan Kini Lebih Praktis Lewat PLN Mobile
Perkuat Akses Digital...
Perkuat Akses Digital di Papua Pegunungan, Community Gateway Diresmikan
Saat Kualitas Jaringan...
Saat Kualitas Jaringan Menjadi Bagian Penting dari Produktivitas Organisasi
Rekomendasi
Menjelang 75 Tahun,...
Menjelang 75 Tahun, Kak Seto Beberkan 7 Kunci Hidup Sehat dan Bahagia untuk Lansia
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved