10 Hewan yang Pernah Punah, Kini Bangkit Kembali

Rabu, 08 Mei 2024 - 12:51 WIB
loading...
A A A
Nelayan itu sendiri tidak menyadari pentingnya hasil tangkapannya, namun untungnya seorang pegawai museum, Marjorie Courtenay Latimer, kebetulan memeriksa ikan tersebut dan menemukan sesuatu yang istimewa di tangannya. Penemuan tak disengaja ini kini dianggap sebagai salah satu penemuan zoologi paling penting abad ke-20.

4. Babi Chaco (Catagonus wagneri)


Seperti coelacanth, hewan berkuku mirip babi ini hanya diketahui melalui penemuan fosil sejak lama. Penampakannya hanya ada sebagai bukti paleontologis dan dinyatakan punah dalam waktu lama. Namun, pada 1971, tim ahli biologi memutuskan untuk menyelidiki rumor penampakan penduduk setempat dan menemukan spesies ini hidup di wilayah Chaco yang panas dan kering di Argentina.

Baca Juga: Babi Barbie, Spesies Baru Laut Dalam

5. Lebah Raksasa Wallace (Megachile pluto)


Megachili pluto atau lebah raksasa Wallace, dinamai sesuai nama kolektor pertamanya Alfred Russell Wallace dikenal sebagai lebah soliter asli Indonesia.

Serangga raksasa ini berukuran empat kali lebih besar dari rata-rata lebah madu, dengan panjang tubuh mencapai 4 inci dan lebar sayap hingga 2,5 inci. Pada 2019, lebah madu ini belum pernah diamati hidup selama 38 tahun, dan para ilmuwan tidak yakin apakah lebah tersebut masih ada. Para ahli entomologi menemukan satu spesimen betina bersarang di area rayap. Namun, spesies ini masih dianggap terancam punah, sebagian disebabkan oleh hilangnya habitat akibat perkebunan kelapa sawit.

6. Solenodon Kuba (Atopogale cubana)


Mamalia kecil ini tidak biasa dalam banyak hal. Mereka tidak hanya sangat langka sehingga dianggap punah, tetapi mereka juga merupakan salah satu dari sedikit mamalia yang berbisa.

Solenodon mirip tikus nokturnal yang menggunakan moncongnya yang panjang dan bergetar serta air liurnya yang beracun untuk membunuh mangsa kecil seperti kadal dan katak.

Pada 1960an, jumlah solenodon di Kuba telah menurun secara signifikan dan, jika tidak punah sepenuhnya, mereka dianggap sebagai salah satu hewan paling langka di dunia. Sebenarnya ia dinyatakan punah pada 1970, namun empat tahun kemudian seekor individu ditemukan di taman nasional di Kuba pada 1974, membawa harapan baru bagi spesies tersebut.

Baca Juga: 7 Hewan dengan Telinga Panjang, Nomor Terakhir Bisa Dikibaskan Seperti Kipas

7. Kelelawar telinga panjang Papua (Pharotis imogene)


Hilang selama lebih dari satu abad, kelelawar ini pertama kali terlihat pada 1890. Hingga 2012, dua mahasiswa pascasarjana Universitas Queensland mengumpulkan spesies kelelawar yang berbeda ketika mereka menemukan spesies yang sulit diidentifikasi.

Setelah diperiksa dengan cermat dan dibandingkan dengan spesimen museum, ditentukan bahwa itu spesies bertelinga besar betina, yang telah lama dianggap punah. Temuan ini menjadi kejutan yang sangat menyenangkan bagi para pelestari lingkungan yang percaya bahwa spesies tersebut telah punah karena hilangnya habitat dan aktivitas manusia.

8. Kadal Teror (Phoboscincus bocourti)


Spesies lain yang tersembunyi dari ilmu pengetahuan selama lebih dari 100 tahun, yaitu Kadal Teror. Seperti halnya kelelawar telinga panjang di New Guinea, kadal ini juga merupakan contoh yang baik tentang kegunaan koleksi museum. Kedua spesies ini hanya diketahui dari satu spesimen yang masih ada, dari mana nama dan penerangannya berasal atau holotipe.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gurita Biru Kehijauan...
Gurita Biru Kehijauan Langka Ditemukan di Dasar Laut Galapagos
Aneh! Ilmuwan Temukan...
Aneh! Ilmuwan Temukan Mumi Cheetah Langka di Gurun Arab
Tiga Dekade Dinyatakan...
Tiga Dekade Dinyatakan Punah, Spesies Kucing Liar Ini Terlihat Lagi
Kura-kura Galapagos...
Kura-kura Galapagos Tertua Mati pada Usia 141 Tahun
Perdagangan Harimau...
Perdagangan Harimau Semakin Merajalela, Indonesia Termasuk Penyumbang Terbesar
Gunakan AI, Ilmuwan...
Gunakan AI, Ilmuwan Temukan Jenis Auman Baru Singa
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Pramono Ngaku Harimau...
Pramono Ngaku Harimau Kurus yang Viral Miliknya: Mungkin Kangen Sama Saya
Rekomendasi
Pos Indonesia Bayar...
Pos Indonesia Bayar Imbal Hasil Sukuk Ijarah Senilai Rp24,12 Miliar
KPK: Febrie Adriansyah...
KPK: Febrie Adriansyah Kenakan Rompi Tahanan saat Registrasi
Pernah Digaji Rp35 Ribu...
Pernah Digaji Rp35 Ribu per Hari, Dewick Bagikan Kisah Sukses Jadi Kreator Konten Jutaan Pengikut
Berita Terkini
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Venus Terdeteksi Sedang...
Venus Terdeteksi Sedang Merobek Dirinya Sendiri dari Dalam
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved