Serigala Bersurai Hewan Buas Berkaki Panjang Mirip Rubah dan Anjing

Selasa, 07 Mei 2024 - 07:35 WIB
loading...
Serigala Bersurai Hewan...
Serigala Bersurai . FOTO/ DAILY
A A A
RIO DE JANEIRO - Serigala bersurai (maned wolf) memang sekilas mirip dengan campuran antara rubah dan anjing. Namun, tahukah Anda bahwa walau julukannya "serigala", serigala bersurai sebenarnya bukanlah serigala sungguhan?

BACA JUGA - DPR AS Hapus Serigala Abu-abu dari Daftar Spesies Terancam Punah

Serigala bersurai merupakan spesies tersendiri dalam genus Chrysocyon. Meskipun termasuk keluarga Canidae (famili yang sama dengan anjing dan serigala), mereka tidak memiliki hubungan dekat dengan serigala maupun rubah.

Serigala bersurai secara ilmiah diklasifikasikan sebagai Chrysocyon brachyurus, menempatkannya dalam kategori tersendiri.

Meskipun umumnya ditemukan di Amerika Selatan, perluasan perkotaan menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap populasinya, terutama di Uruguay yang hampir punah. Penggunaan bagian tubuh hewan ini dalam pengobatan tradisional juga menambah tantangannya, meskipun tidak ada bukti manfaat kesehatannya.

Dengan bulu merah lebat, anggota badan memanjang, dan telinga tegak yang menonjol, serigala bersurai dapat mencapai berat hingga 66 pon dan panjang hampir 1 m, seperti dicatat oleh The Smithsonian.

Hewan ini bersifat omnivora dan aktif di malam hari, tumbuh subur di wilayah mirip sabana, terutama di timur laut Brasil.

Meskipun sebelumnya terlihat di negara-negara seperti Argentina dan Uruguay, urbanisasi di negara-negara tersebut telah mendorong spesies ini menuju kepunahan, mendorong migrasi ke wilayah yang lebih utara.

Chrysocyon brachyurus cenderung penyendiri saat mencari makan, mencari makan sendiri dibandingkan berkelompok. Ini adalah hewan omnivora dengan pola makan yang terutama terdiri dari buah-buahan dan sayuran musiman, ditambah dengan burung kecil dan serangga.

Berbeda dengan predator lainnya, serigala bersurai biasanya tidak memburu mangsa berukuran besar. Ancaman utamanya adalah anjing peliharaan dan puma, yang keduanya diketahui dapat membunuhnya.

Perilaku reproduksi serigala bersurai tidak terdokumentasi dengan baik. Namun, ia diketahui bersifat monogami, tinggal dengan satu pasangan seumur hidup. Biasanya, satu pasangan terdiri dari dua hingga tiga anak, dengan masa kehamilan sekitar dua bulan.

Meski tangguh, serigala bersurai menghadapi risiko besar akibat ekspansi perkotaan dan penggunaan bagian tubuh mereka dalam pengobatan tradisional, yang keduanya telah mendorongnya ke ambang kepunahan.

Kelangsungan hidup serigala bersurai semakin terancam akibat perluasan wilayah perkotaan, khususnya di Uruguay dan secara historis, penduduk asli Brasil memburu serigala berurai untuk diambil bagian tubuhnya.

Mata serigala juga banyak dicari karena diyakini oleh sebagian orang membawa keberuntungan.

Meskipun serigala bersurai belum dinyatakan punah, para pegiat konservasi menyadari ancaman serius yang dihadapinya dan secara aktif berupaya untuk mengamankan masa depannya di alam liar.

Serigala bersurai saat ini diklasifikasikan dalam CITES Appendix II, dianggap Terancam Punah oleh ESA A.S., dan terdaftar sebagai Rentan oleh IUCN. Meskipun sudah ada perlindungan, jumlah mereka masih terus menurun, dan kemungkinan besar mereka akan dikategorikan terancam punah dalam waktu dekat.

Menanggapi urbanisasi dan ancaman lainnya, upaya konservasi dilakukan untuk membantu spesies ini tidak hanya bertahan hidup tetapi juga sejahtera di lingkungan aslinya.

Undang-undang perlindungan telah diberlakukan di Brasil, Uruguay, dan Argentina untuk melarang perburuan serigala bersurai.

Dikenal dengan banyak nama, serigala bersurai telah menjadi hewan yang mampu bertahan hidup di alam liar selama ribuan tahun.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Rekomendasi
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Berita Terkini
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved