Riset Temukan Bukti Medan Magnet Bumi Hampir Runtuh 590 Juta Tahun Lalu

Minggu, 05 Mei 2024 - 14:42 WIB
loading...
A A A
Para penulis mengakui sulit untuk memodelkan berapa banyak oksigen yang bisa disediakan oleh medan yang lebih lemah. Model yang ada memperkirakan peningkatan kehilangan hidrogen sebesar 30 hingga 1.000 persen, dan variasi yang sangat besar ini menimbulkan banyak ketidakpastian mengenai peningkatan oksigen yang diakibatkannya.

Penulis berpendapat bahwa medan pelindung bisa menyusut sedemikian rupa sehingga plasma di bagian atas atmosfer terkena angin matahari, sehingga meningkatkan hilangnya ion hidrogen.

Salah satu faktor yang belum diperhitungkan oleh pihak lain adalah peningkatan paparan partikel bermuatan tinggi dari Matahari dapat menghasilkan lebih banyak nitrogen oksida, yang menciptakan lubang ozon.

Hal ini, pada gilirannya, akan memaparkan atmosfer bagian bawah terhadap radiasi ultraviolet ekstra, yang dapat memecah uap air menjadi hidrogen dan oksigen, dan sebagian hidrogen berlebih akan keluar sebelum terjadi rekombinasi.

Tidak ada yang mengetahui secara pasti mengapa medan bumi menurun pada saat ini. Namun, studi ini menunjukkan bahwa pelemahan medan magnet mungkin telah memainkan peran penting dalam memungkinkan munculnya kehidupan kompleks di Bumi.

Hal ini juga menunjukkan bahwa saat mencari planet yang berpotensi memiliki kehidupan maju, kita mungkin perlu mempertimbangkan kemungkinan fluktuasi medan magnet di masa lalu.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
Ilmuwan Temukan Bukti...
Ilmuwan Temukan Bukti Gurun Sahara Berubah Jadi Tanah Hijau Subur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved