Kecerdasan Buatan Siap Berintegrasi dalam Dunia Pendidikan

Selasa, 23 April 2024 - 21:31 WIB
loading...
Kecerdasan Buatan Siap...
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tengah merombak dunia belajar. FOTO/DAILY
A A A
JAKARTA - Menyusul keberhasilan penutupan putaran pendanaan yang dilakukan oleh UBS Optimus, Mt Judi Ventures, dan investor yang sudah ada, ConveGenius, pionir dalam bidang EdTech berbasis kecerdasan buatan (AI), mengumumkan kemitraan strategis dengan Searce Inc. yang didukung oleh pendanaan sekitar USD 1,8 juta.

BACA JUGA - Kecerdasan Buatan Google Mulai Bisa Digunakan

Kemitraan baru ini bertujuan untuk meningkatkan layanan cloud ConveGenius dan mempercepat pengembangan AI generatifnya, dengan membangun momentum dari investasi yang telah dilakukan.

Didirikan pada tahun 2013 oleh Jairaj Bhattacharya dan Shashank Pandey, ConveGenius telah menjadi yang terdepan dalam mengintegrasikan AI ke dalam dunia pendidikan.

Kemitraan dengan Searce, sebuah perusahaan konsultan teknologi modern yang berfokus pada Data, AI, dan transformasi berbasis Cloud, menandakan langkah strategis bagi ConveGenius untuk memperluas kemampuan teknologinya dan meningkatkan SwiftChat, platform AI percakapan andalannya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mengkatalisasi pengembangan alat pendidikan berbasis cloud yang terukur, terutama di wilayah dengan akses terbatas ke pendidikan berkualitas.

Perjalanan ConveGenius telah ditandai dengan serangkaian keberhasilan, termasuk adopsi platform yang luas di berbagai sekolah dan institusi. Perusahaan ini telah berperan penting dalam mengubah pengalaman pendidikan bagi jutaan orang, memberikan dampak yang besar dalam industri EdTech.

"Membangun kesuksesan pendanaan sebesar USD7 juta baru-baru ini, kemitraan strategis dengan Searce Inc. merupakan tonggak penting. Hal ini memperkuat kepercayaan investor terhadap visi kami dan mempercepat perjalanan kami dalam merevolusi pendidikan melalui teknologi canggih." tutur Jairaj Bhattacharya, Co-founder & Managing Director ConveGenius.

Sementara itu, CEO Searce, Hardik Parekh, mengatakan: "Kami percaya bahwa kami dapat mendorong batas-batas inovasi teknologi dan merancang solusi menyeluruh untuk membantu memajukan organisasi."

Parekh melanjutkan, "Investasi kami lebih dari sekadar dukungan finansial; investasi ini adalah tentang menciptakan kemitraan yang memanfaatkan kedalaman teknis dan keahlian kami untuk memajukan solusi edukasi AI inovatif dari ConveGenius, SwiftChat.AI."

Ia menambahkan, "Kami ingin membuat pendidikan menjadi lebih terukur, lebih cerdas, dan lebih bermanfaat dengan AI. Mari kita memajukan pendidikan untuk dunia."

Integrasi AI dalam pendidikan mengubah cara kita melakukan pendekatan pembelajaran dan pengajaran. AI menjanjikan pengalaman belajar yang dipersonalisasi dan adaptif, menjadikan pendidikan lebih efektif dan menarik.

'' Kekuatan AI akan membentuk masa depan yang lebih cerah untuk pendidikan dan menandai lompatan yang signifikan, mengantarkan era baru di mana inovasi bertemu dengan pendidikan," ujar Benedikta Satya, Country Director, Searce Indonesia.

Searce telah melakukan investasi strategis serupa dalam solusi seperti happierWork, invoize, dan Recognic di masa lalu dan akan terus berinvestasi dalam AI untuk memperluas penawaran solusi berbasis IP.

Investasi di ConveGenius ini dimaksudkan untuk melengkapi kepentingan strategis Searce dalam menyediakan layanan konsultasi berbasis IP yang transformasional untuk sektor publik dan segmen edukasi di seluruh pasar utama di Amerika Serikat, Eropa, Asia Pasifik, Timur Tengah, dan India.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Rekomendasi
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved