Temuan Mengejutkan, Bangsa Viking Diduga Sudah Mengenal Operasi Plastik
Kamis, 18 April 2024 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Namun, jika orang Viking menggunakan metode yang lebih keras seperti pemberat atau tali pengikat, hal ini dapat berakibat fatal pada perkembangan kognitif bayi. Para peneliti menjelaskan tidak dapat memastikan hal ini berdasarkan tengkorak saja, namun Jesse Goldstein, Kepala Divisi Bedah Plastik Anak, mengingatkan bahwa pendekatan yang lebih ekstrem dapat memiliki konsekuensi serius.
"Jika metode ini dilakukan, dapat berdampak negatif pada fungsi otak, terutama jika dilakukan pada masa awal bayi. Namun, sulit untuk memastikannya secara pasti," katanya.
Para peneliti meyakini ACD lebih mungkin digunakan sebagai penanda status dan kecantikan, serta untuk menunjukkan bahwa para wanita ini telah melakukan perjalanan jauh. "Tubuh manusia merupakan media komunikasi," tulis para peneliti dalam jurnal ilmiahnya.
Baca Juga: Jimat Berbentuk Palu Thor, Aksesoris Populer Zaman Viking
Meskipun ACD dapat menjadi simbol kecantikan, kemungkinan besar ACD juga dianggap sebagai bukti kontak perdagangan yang luas. Dengan demikian dianggap pula sebagai tanda pengaruh dan kesuksesan dalam perdagangan.
Para peneliti dari Museum Viking Haithabu dan Universitas Münster di Jerman menggunakan analisis DNA untuk mengungkapkan bahwa tengkorak-tengkorak ini berasal dari Era Viking Skandinavia di Gotland, sebuah pulau milik Swedia di Laut Baltik.
"Jika metode ini dilakukan, dapat berdampak negatif pada fungsi otak, terutama jika dilakukan pada masa awal bayi. Namun, sulit untuk memastikannya secara pasti," katanya.
Para peneliti meyakini ACD lebih mungkin digunakan sebagai penanda status dan kecantikan, serta untuk menunjukkan bahwa para wanita ini telah melakukan perjalanan jauh. "Tubuh manusia merupakan media komunikasi," tulis para peneliti dalam jurnal ilmiahnya.
Baca Juga: Jimat Berbentuk Palu Thor, Aksesoris Populer Zaman Viking
Meskipun ACD dapat menjadi simbol kecantikan, kemungkinan besar ACD juga dianggap sebagai bukti kontak perdagangan yang luas. Dengan demikian dianggap pula sebagai tanda pengaruh dan kesuksesan dalam perdagangan.
Para peneliti dari Museum Viking Haithabu dan Universitas Münster di Jerman menggunakan analisis DNA untuk mengungkapkan bahwa tengkorak-tengkorak ini berasal dari Era Viking Skandinavia di Gotland, sebuah pulau milik Swedia di Laut Baltik.
Lihat Juga :