Ilmuwan Temukan 3 Spesies Baru Kanguru Raksasa yang Punah di Australia
Rabu, 17 April 2024 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
Yang pertama adalah spesies terbesar yang diidentifikasi oleh para peneliti — mencapai dua kali ukuran kanguru merah jantan saat ini. Kanguru merah dapat berdiri hingga hampir 1,8 meter.
Studi tersebut mengatakan Protemnodon viator dinamai karena sifatnya yang berkaki panjang, yang memungkinkannya "melompat cukup cepat".
Spesies lainnya, Protemnodon mamkurra dan Protemnodon dawsonae. Protemnodon mamkurra kemungkinan bergerak dengan keempat kakinya, membuatnya lebih lambat daripada Protemnodon viator.
“Seekor kanguru besar tapi bertulang tebal dan kuat, mungkin bergerak cukup lambat dan tidak efisien. Ia mungkin melompat hanya sesekali, mungkin hanya ketika terkejut,” kata Kerr.
Penelitian Kerr berlangsung selama lima tahun. Para peneliti memotret dan memindai 3-D lebih dari 800 spesimen yang dikumpulkan dari Australia dan Papua Nugini dan membandingkannya.
“Ini adalah tugas yang cukup berat,” kata Kerr, lewat keterangan resminya. “Rasanya sangat senang akhirnya bisa menyebarkannya ke dunia, setelah lima tahun penelitian, 261 halaman, dan lebih dari 100.000 kata. Saya sangat berharap ini membantu lebih banyak studi tentang Protemnodon, jadi kami dapat mengetahui lebih banyak tentang apa yang dilakukan kanguru-kanguru ini,” tambahnya.
Studi tersebut mengatakan Protemnodon viator dinamai karena sifatnya yang berkaki panjang, yang memungkinkannya "melompat cukup cepat".
Spesies lainnya, Protemnodon mamkurra dan Protemnodon dawsonae. Protemnodon mamkurra kemungkinan bergerak dengan keempat kakinya, membuatnya lebih lambat daripada Protemnodon viator.
“Seekor kanguru besar tapi bertulang tebal dan kuat, mungkin bergerak cukup lambat dan tidak efisien. Ia mungkin melompat hanya sesekali, mungkin hanya ketika terkejut,” kata Kerr.
Penelitian Kerr berlangsung selama lima tahun. Para peneliti memotret dan memindai 3-D lebih dari 800 spesimen yang dikumpulkan dari Australia dan Papua Nugini dan membandingkannya.
“Ini adalah tugas yang cukup berat,” kata Kerr, lewat keterangan resminya. “Rasanya sangat senang akhirnya bisa menyebarkannya ke dunia, setelah lima tahun penelitian, 261 halaman, dan lebih dari 100.000 kata. Saya sangat berharap ini membantu lebih banyak studi tentang Protemnodon, jadi kami dapat mengetahui lebih banyak tentang apa yang dilakukan kanguru-kanguru ini,” tambahnya.
Lihat Juga :