Seperti Tertulis dalam Al Quran, Riset Pastikan Matahari Akan Hancurkan Bumi
Kamis, 11 April 2024 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
Fase raksasa merah akan mengeluarkan panas yang jauh lebih besar dibandingkan saat ini, sehingga Bumi tidak akan lagi layak huni. Umat manusia harus menemukan planet lain jauh sebelum fase ini terjadi, jika ingin spesies kita tetap hidup.
Meskipun Bumi tidak akan mampu mendukung kehidupan di masa depan, masih ada perdebatan mengenai apakah planet itu sendiri akan hancur. Kemungkinan besar Merkurius dan Venus akan ditelan oleh Matahari yang membesar, namun nasib Bumi masih belum pasti.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meskipun Bumi berhasil melewati fase raksasa merah, bahaya belum berakhir. Katai putih, atau bintang mati, memiliki risikonya sendiri.
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Boris Gaensicke dari Universitas Warwick, Inggris, dan Dr Amornrat Aungwerijwit dari Universitas Naresuan, Thailand, telah mengamati tiga katai putih selama bertahun-tahun. Mereka menemukan bahwa kecerahan setiap bintang berubah-ubah, yang dikaitkan dengan objek yang ditelan oleh bintang tersebut. Proses ini melepaskan semburan debu ke luar angkasa.
Meskipun katai putih memiliki massa yang lebih kecil dibandingkan bintang pendahulunya, mereka jauh lebih padat. Hal ini menyebabkan gravitasi yang sangat kuat di sekitarnya.
Meskipun Bumi tidak akan mampu mendukung kehidupan di masa depan, masih ada perdebatan mengenai apakah planet itu sendiri akan hancur. Kemungkinan besar Merkurius dan Venus akan ditelan oleh Matahari yang membesar, namun nasib Bumi masih belum pasti.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa meskipun Bumi berhasil melewati fase raksasa merah, bahaya belum berakhir. Katai putih, atau bintang mati, memiliki risikonya sendiri.
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Boris Gaensicke dari Universitas Warwick, Inggris, dan Dr Amornrat Aungwerijwit dari Universitas Naresuan, Thailand, telah mengamati tiga katai putih selama bertahun-tahun. Mereka menemukan bahwa kecerahan setiap bintang berubah-ubah, yang dikaitkan dengan objek yang ditelan oleh bintang tersebut. Proses ini melepaskan semburan debu ke luar angkasa.
Meskipun katai putih memiliki massa yang lebih kecil dibandingkan bintang pendahulunya, mereka jauh lebih padat. Hal ini menyebabkan gravitasi yang sangat kuat di sekitarnya.
Lihat Juga :