Tumbuhkan Talenta Digital di Pesantren, Huawei Hadirkan Digisantri
Senin, 27 April 2020 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
"Diharapkan dengan adanya penguasaan teknologi dapat membantu para santri menyiapkan diri menghadapi persaingan di era digital yang sangat dinamis. Karena Indonesia sedang dilanda krisis talenta digital," ujar Mohammad Rosidi, Director of ICT Strategy and Business Huawei Indonesia kepada SINDOnews.com di sela-sela acara di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2024) sore.
Melalui program “I Do Care”, Huawei terus berkontribusi terutama dalam pemanfaatan teknologi bagi semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan perempuan. Huawei Peduli – Ramadhan 1445 H berfokus menyebarkan kebaikan digital di kalangan santri dan pesantren melalui program Digisantri.
Melalui penyediaan perangkat telekomunikasi untuk kegiatan belajar mengajar, Huawei berupaya meningkatkan minat dan kesadaran digital di lingkungan pendidikan Islam dan pesantren memiliki peran penting sebagai motor transformasi digital di Indonesia.
Program Digisantri bertujuan meningkatkan kemampuan digital santri dan pesantren sehingga dapat beradaptasi terhadap pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah ciptakan talenta digital Indonesia masih membutuhkan 9 juta talenta digital hingga 2030 mendatang.
Kebutuhan talenta digital bukan sekedar adaptasi untuk memasuki industri 4.0 akan tetapi bagaimana membekali Indonesia untuk tingkatkan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini tentu menjadi tugas pemerintah dalam memberikan informasi, dukungan serta wadah kepada anak-anak muda.
“Saya ingin memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Huawei Indonesia yang telah memberikan ruang bagi para santri untuk bisa mengenal lebih jauh bagaimana dunia digital. Kedepannya menjadi langkah atau strategi yang paling tepat bagaimana kita membekali anak-anak kita dengan literasi digital," ujar Abdul Haris selalu Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dalam kesempatan yang sama.
Alhasil untuk ke depan, literasi digital juga akan menjadi perhatian pemerintah. Karena literasi digital ini memiliki peran penting untuk membantu anak-anak memahami risiko yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi diri mereka.
Program Digisantri tahun ini merupakan bagian dari pengembangan “Golden Indonesia Digital Talent”. Upaya Huawei dalam melatih generasi muda untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman digital ini mendapat apresiasi dari Abetnego Tarigan, Deputi II Bidang Pembangunan Manusia, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia. Dia pun ikut mendorong semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan pendidikan di bidang teknologi digital.
Melalui program “I Do Care”, Huawei terus berkontribusi terutama dalam pemanfaatan teknologi bagi semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan perempuan. Huawei Peduli – Ramadhan 1445 H berfokus menyebarkan kebaikan digital di kalangan santri dan pesantren melalui program Digisantri.
Melalui penyediaan perangkat telekomunikasi untuk kegiatan belajar mengajar, Huawei berupaya meningkatkan minat dan kesadaran digital di lingkungan pendidikan Islam dan pesantren memiliki peran penting sebagai motor transformasi digital di Indonesia.
Program Digisantri bertujuan meningkatkan kemampuan digital santri dan pesantren sehingga dapat beradaptasi terhadap pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah ciptakan talenta digital Indonesia masih membutuhkan 9 juta talenta digital hingga 2030 mendatang.
Kebutuhan talenta digital bukan sekedar adaptasi untuk memasuki industri 4.0 akan tetapi bagaimana membekali Indonesia untuk tingkatkan ekonomi digital di Indonesia. Hal ini tentu menjadi tugas pemerintah dalam memberikan informasi, dukungan serta wadah kepada anak-anak muda.
“Saya ingin memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Huawei Indonesia yang telah memberikan ruang bagi para santri untuk bisa mengenal lebih jauh bagaimana dunia digital. Kedepannya menjadi langkah atau strategi yang paling tepat bagaimana kita membekali anak-anak kita dengan literasi digital," ujar Abdul Haris selalu Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dalam kesempatan yang sama.
Alhasil untuk ke depan, literasi digital juga akan menjadi perhatian pemerintah. Karena literasi digital ini memiliki peran penting untuk membantu anak-anak memahami risiko yang berkaitan dengan penggunaan teknologi dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi diri mereka.
Program Digisantri tahun ini merupakan bagian dari pengembangan “Golden Indonesia Digital Talent”. Upaya Huawei dalam melatih generasi muda untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman digital ini mendapat apresiasi dari Abetnego Tarigan, Deputi II Bidang Pembangunan Manusia, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia. Dia pun ikut mendorong semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan pendidikan di bidang teknologi digital.
Lihat Juga :