Mengenal dan Melihat Perkembangan Vaksin Merah Putih Buatan Indonesia
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:21 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan perbedaannya dengan vaksin lain, seperti vaksin yang dikembangkan oleh Sinovas, adalah vaksin Sinovac menggunakan virus utuh.
Jadi pada vaksin Sinovac virus secara keseluruhan menggunakan virus hidup yang dibiakkan sebanyak mungkin, kemudian dimatikan dengan bahan kimia atau cara-cara apapun. Lalu setelah dimurnikan, maka virus itu secara keseluruhan bisa dipakai untuk vaksin langsung. Proses yang dilalui lebih pendek, tapi harus mengembangbiakkan virus dalam jumlah besar.
Sementara, vaksin yang dikembangkan oleh Eijkman hanya menggunakan sub partikel dari virus Corona tersebut. Vaksin yang dikembangkan oleh Lembaga Eijkman hanya menggunakan bagian-bagian tertentu saja dari sub partikel virus.
"Jadi misalnya kalau virus ini menempel pada manusia itu kan lewat spike-nya atau duri-durinya itu, nah itu protein spike yang kita jadikan sebagai target antigen. Itu yang kita jadikan antigen tapi tidak diambil langsung dari virus itu, hanya saja kita mengambil bagian itu. Jadi bukan mengambil langsung dari virus tapi mengambil informasi genetik," papar Amin.
Vaksin Merah Putih menggunakan metode rekombinasi. Dengan metode tersebut, tutur Amin, akan meminimalkan potensi reaksi yang tidak diperlukan. Meskipun dalam prosesnya memerlukan waktu yang lebih lama. (Baca juga: Terungkap Kekhawatiran Terbesar Pada Samsung Galaxy Note20 Ultra )
Jadi pada vaksin Sinovac virus secara keseluruhan menggunakan virus hidup yang dibiakkan sebanyak mungkin, kemudian dimatikan dengan bahan kimia atau cara-cara apapun. Lalu setelah dimurnikan, maka virus itu secara keseluruhan bisa dipakai untuk vaksin langsung. Proses yang dilalui lebih pendek, tapi harus mengembangbiakkan virus dalam jumlah besar.
Sementara, vaksin yang dikembangkan oleh Eijkman hanya menggunakan sub partikel dari virus Corona tersebut. Vaksin yang dikembangkan oleh Lembaga Eijkman hanya menggunakan bagian-bagian tertentu saja dari sub partikel virus.
"Jadi misalnya kalau virus ini menempel pada manusia itu kan lewat spike-nya atau duri-durinya itu, nah itu protein spike yang kita jadikan sebagai target antigen. Itu yang kita jadikan antigen tapi tidak diambil langsung dari virus itu, hanya saja kita mengambil bagian itu. Jadi bukan mengambil langsung dari virus tapi mengambil informasi genetik," papar Amin.
Vaksin Merah Putih menggunakan metode rekombinasi. Dengan metode tersebut, tutur Amin, akan meminimalkan potensi reaksi yang tidak diperlukan. Meskipun dalam prosesnya memerlukan waktu yang lebih lama. (Baca juga: Terungkap Kekhawatiran Terbesar Pada Samsung Galaxy Note20 Ultra )
(iqb)
Lihat Juga :