Ilmuwan Selidiki Air Asing yang Aneh di Planet Uranus
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 18:54 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam kondisi fisik yang eksotis seperti itu, kami tidak dapat memikirkan es seperti yang biasa kami lakukan," kata profesor SISSA dan rekan penulis studi, Federico Grasselli dan Stefano Baroni dalam pernyataan bersamanya.
Bahkan, beber mereka, air sebenarnya berbeda, lebih padat, dengan beberapa molekul terdisosiasi menjadi ion positif dan negatif sehingga membawa muatan listrik. "Air superionik terletak di antara fase cair dan padat," tambahnya.
Jadi, apa yang mereka temukan tentang air di dalam raksasa es ini? Para peneliti berhipotesis, Uranus mungkin sebenarnya memiliki inti yang membeku. Ini akan menjelaskan mengapa planet tidak terlalu bercahaya, karena inti yang membeku berarti sangat sedikit panas yang akan bergerak menuju permukaan planet.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa air superionik di Uranus dan Neptunus lebih konduktif secara elektrik daripada air di Bumi. Mereka berpendapat air superionik dapat menyusun sebagian besar lapisan dalam padat raksasa gas ini. Hasil tersebut memajukan pemahaman kita tentang bagaimana tepatnya dua benda itu disusun dan bagaimana mereka terbentuk, studi tersebut menyarankan.
"Konduksi termal dan listrik menentukan sejarah planet, bagaimana dan kapan terbentuk, bagaimana planet menjadi dingin. Oleh karena itu, sangat penting untuk menganalisisnya dengan alat yang sesuai, seperti yang kami kembangkan," kata keduanya lagi.
Bahkan, beber mereka, air sebenarnya berbeda, lebih padat, dengan beberapa molekul terdisosiasi menjadi ion positif dan negatif sehingga membawa muatan listrik. "Air superionik terletak di antara fase cair dan padat," tambahnya.
Jadi, apa yang mereka temukan tentang air di dalam raksasa es ini? Para peneliti berhipotesis, Uranus mungkin sebenarnya memiliki inti yang membeku. Ini akan menjelaskan mengapa planet tidak terlalu bercahaya, karena inti yang membeku berarti sangat sedikit panas yang akan bergerak menuju permukaan planet.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa air superionik di Uranus dan Neptunus lebih konduktif secara elektrik daripada air di Bumi. Mereka berpendapat air superionik dapat menyusun sebagian besar lapisan dalam padat raksasa gas ini. Hasil tersebut memajukan pemahaman kita tentang bagaimana tepatnya dua benda itu disusun dan bagaimana mereka terbentuk, studi tersebut menyarankan.
"Konduksi termal dan listrik menentukan sejarah planet, bagaimana dan kapan terbentuk, bagaimana planet menjadi dingin. Oleh karena itu, sangat penting untuk menganalisisnya dengan alat yang sesuai, seperti yang kami kembangkan," kata keduanya lagi.
(iqb)
Lihat Juga :