Super Langka, Fenomena Nova Bisa Disaksikan dengan Mata Telanjang

Jum'at, 15 Maret 2024 - 10:00 WIB
loading...
A A A
Ketika sebagian material ini cukup dekat dengan katai putih, suhunya meningkat drastis hingga fusi nuklir dimulai, menyebabkan lonjakan kecerlangan. Kebanyakan peningkatan kecerlangan ini serupa dengan bintang variabel biasa. Contohnya, pada tahun 2016, kecerahan sistem T CrB meningkat sekitar tiga kali lipat. Namun, karena masih hampir tidak terlihat dengan teropong, fenomena ini tidak banyak menarik perhatian.

Nyaris sama dengan tahun 2016 dan 1946, di mana lonjakan kecerlangan T CrB mencapai beberapa ribu kali lipat sehingga mudah dilihat dengan mata telanjang, para astronom menantikan kemunculan serupa tahun ini.

Beberapa katai putih menarik material dari bintang pendampingnya secara tidak teratur, hanya sekali kecerlangannya meningkat selama pengamatan. Yang lainnya, dikenal sebagai nova berulang, mengikuti jadwal teratur.

Fenomena nova berulang jarang terjadi karena jaraknya yang sangat jauh, sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Hal ini membuat T CrB menjadi fenomena yang unik. Pada puncaknya di tahun 1866 dan 1946, kecerlangan T CrB hampir setara dengan Polaris, melebihi semua kecuali beberapa ratus bintang. Hanya satu nova berulang lain yang dapat dilihat dengan mata telanjang pada puncak kecerlangannya.

Baca Juga: Ilmuwan Menemukan Penyebab Terjadinya Supernova

Jeda antara dua peristiwa T CrB yang dipelajari dengan baik ini sekitar 80 tahun. Jika pola ini berulang, diperkirakan peristiwa selanjutnya akan terjadi pada akhir tahun 2025. Namun, perlu diingat bahwa nova berulang tidak selalu mengikuti jadwal yang tepat, sehingga kemunculannya bisa beberapa tahun lebih awal atau lebih lambat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Bandar Antariksa di...
Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Rekomendasi
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
Berita Terkini
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved