Asal-Usul Cokelat Terungkap: Ilmuwan Ungkap Sejarah Domestikasi Kakao Kuno
Jum'at, 08 Maret 2024 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Keramik itu sendiri menawarkan sekilas artistik budaya masa lalu, beberapa menampilkan desain antropomorfik yang menakjubkan.
Sebuah studi yang diterbitkan pada 2018 mengungkapkan domestikasi dan penggunaan kakao sekitar 5.300 tahun yang lalu di Ekuador, berdasarkan bukti dari keramik di situs arkeologi Santa Ana-La Florida.
Studi baru ini dibangun di atas temuan itu dengan melacak penyebaran kakao di 19 budaya pra-Columbus. Beberapa penggunaannya yang paling awal ditunjukkan melalui keramik yang dibuat oleh budaya Valdivia di Ekuador dan budaya Puerto Hormiga di Kolombia.
DNA kuno yang ditemukan pada keramik juga menunjukkan bahwa berbagai budaya menyilangkan pohon kakao untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Langkah awal domestikasi kakao sesuai dengan proses yang lebih kompleks dari yang kami hipotesiskan sebelumnya," kata ahli genetika molekuler Claire Lanaud dari unit AGAP di CIRAD, pusat penelitian pertanian Prancis untuk pembangunan internasional, dalam jurnal Scientific Reports.
"Kami sama sekali tidak menyadari domestikasi pohon kakao yang begitu penting di sepanjang pantai Pasifik di Amerika Selatan pada zaman pra-Columbus. Pencampuran genetik signifikan yang diamati membuktikan banyaknya interaksi yang bisa terjadi antara masyarakat dari Amazonia dan pantai Pasifik," tambah Lanaud.
Penyebaran kakao dari Ekuador ke Mesoamerika mungkin terjadi melalui jaringan politik-ekonomi yang luas dan saling berhubungan, menurut para peneliti.
Sebuah studi yang diterbitkan pada 2018 mengungkapkan domestikasi dan penggunaan kakao sekitar 5.300 tahun yang lalu di Ekuador, berdasarkan bukti dari keramik di situs arkeologi Santa Ana-La Florida.
Studi baru ini dibangun di atas temuan itu dengan melacak penyebaran kakao di 19 budaya pra-Columbus. Beberapa penggunaannya yang paling awal ditunjukkan melalui keramik yang dibuat oleh budaya Valdivia di Ekuador dan budaya Puerto Hormiga di Kolombia.
DNA kuno yang ditemukan pada keramik juga menunjukkan bahwa berbagai budaya menyilangkan pohon kakao untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Langkah awal domestikasi kakao sesuai dengan proses yang lebih kompleks dari yang kami hipotesiskan sebelumnya," kata ahli genetika molekuler Claire Lanaud dari unit AGAP di CIRAD, pusat penelitian pertanian Prancis untuk pembangunan internasional, dalam jurnal Scientific Reports.
"Kami sama sekali tidak menyadari domestikasi pohon kakao yang begitu penting di sepanjang pantai Pasifik di Amerika Selatan pada zaman pra-Columbus. Pencampuran genetik signifikan yang diamati membuktikan banyaknya interaksi yang bisa terjadi antara masyarakat dari Amazonia dan pantai Pasifik," tambah Lanaud.
Penyebaran kakao dari Ekuador ke Mesoamerika mungkin terjadi melalui jaringan politik-ekonomi yang luas dan saling berhubungan, menurut para peneliti.
Lihat Juga :