Artefak Kuno Bongkar Hubungan Erat antara Agama dan Sains
Kamis, 07 Maret 2024 - 22:00 WIB
loading...
Astrolabe diyakini menggambarkan interaksi antara Muslim, Yahudi, dan Kristen selama lebih dari 10 abad. (Foto: British Museum)
A
A
A
JAKARTA - Penemuan sebuah artefak kuno berusia lebih dari 1.000 tahun membongkar hubungan tentang penciptaan pengetahuan bersama, perkembangan, dan berbagi oleh umat Kristen, Yahudi, dan Muslim di Spanyol abad ke-11.
Sputnik Globe melansir, Kamis (7/3/2024), seorang peneliti dari Universitas Cambridge Federica Gigante membuat penemuan mengagumkan dari sebuah alat kuno untuk memetakan bintang. Temuan ini muncul saat para peneliti mencari gambar Ludovico Moscardo, seorang kolektor dan bangsawan Italia dari abad ke-17.
"Saya melihat bahwa ini jauh lebih kuno dari yang mereka sadari. Tapi pada saat itu, saya tidak tahu bahwa ada tulisan Ibrani di atasnya. Itu baru ketika kami membawanya ke ruangan sampingan, dan saya mulai menganalisanya. Saat saya sedang duduk di dekat jendela, dan cahaya datang masuk, saya mulai melihat goresan-goresan ini,” kata Gigante.
Setahun lalu, Gigante menemukan sebuah cakram logam dengan cincin di bagian atasnya di sebuah museum Kota Verona, tempat potret Moscardo dipajang. Dia kemudian mengetahui bahwa itu sebuah astrolabe langka saat mengunjungi museum yang sama tiga bulan kemudian dan melihat fitur-fitur kuningannya di bawah sinar matahari.
Baca Juga: Kisah Penaklukan Islam ke Prancis, Andalusia, dan Spanyol Islam
Astrolabe yang dibuat di Andalusia itu dipercayai menggambarkan interaksi antara Muslim, Yahudi, dan Kristen selama lebih dari 10 abad. Ukirannya, awalnya dalam bahasa Arab dan kemudian dalam bahasa Ibrani, menceritakan kisah penciptaan pengetahuan, perkembangan, dan pertukaran di antara para sarjana yang tinggal di al-Andalus, sebuah wilayah Spanyol yang pada saat itu diperintah oleh Muslim.
Gigante, seorang ahli seni Islam, mengamati terjemahan Ibrani dari nama-nama Arab serta tanda-tanda astrologi pada astrolabe tersebut. Dia menyadari bahwa salah satu piring instrumen tersebut ditandai dengan tulisan Toledo dan Córdoba di sisi-sisi yang berlawanan.
Sputnik Globe melansir, Kamis (7/3/2024), seorang peneliti dari Universitas Cambridge Federica Gigante membuat penemuan mengagumkan dari sebuah alat kuno untuk memetakan bintang. Temuan ini muncul saat para peneliti mencari gambar Ludovico Moscardo, seorang kolektor dan bangsawan Italia dari abad ke-17.
"Saya melihat bahwa ini jauh lebih kuno dari yang mereka sadari. Tapi pada saat itu, saya tidak tahu bahwa ada tulisan Ibrani di atasnya. Itu baru ketika kami membawanya ke ruangan sampingan, dan saya mulai menganalisanya. Saat saya sedang duduk di dekat jendela, dan cahaya datang masuk, saya mulai melihat goresan-goresan ini,” kata Gigante.
Setahun lalu, Gigante menemukan sebuah cakram logam dengan cincin di bagian atasnya di sebuah museum Kota Verona, tempat potret Moscardo dipajang. Dia kemudian mengetahui bahwa itu sebuah astrolabe langka saat mengunjungi museum yang sama tiga bulan kemudian dan melihat fitur-fitur kuningannya di bawah sinar matahari.
Baca Juga: Kisah Penaklukan Islam ke Prancis, Andalusia, dan Spanyol Islam
Astrolabe yang dibuat di Andalusia itu dipercayai menggambarkan interaksi antara Muslim, Yahudi, dan Kristen selama lebih dari 10 abad. Ukirannya, awalnya dalam bahasa Arab dan kemudian dalam bahasa Ibrani, menceritakan kisah penciptaan pengetahuan, perkembangan, dan pertukaran di antara para sarjana yang tinggal di al-Andalus, sebuah wilayah Spanyol yang pada saat itu diperintah oleh Muslim.
Gigante, seorang ahli seni Islam, mengamati terjemahan Ibrani dari nama-nama Arab serta tanda-tanda astrologi pada astrolabe tersebut. Dia menyadari bahwa salah satu piring instrumen tersebut ditandai dengan tulisan Toledo dan Córdoba di sisi-sisi yang berlawanan.
Lihat Juga :