5 Kepunahan Akibat Kiamat Kecil yang Pernah Terjadi di Bumi

Kamis, 07 Maret 2024 - 09:04 WIB
loading...
A A A
Akibatnya, pola cuaca berubah, permukaan laut naik dan hujan asam melanda daratan. Di lautan, peningkatan kadar karbon dioksida larut ke dalam air, meracuni kehidupan laut dan menghilangkan air yang kaya oksigen. Naiknya suhu laut juga mengurangi kadar oksigen di dalam air.

4. Kepunahan Triassic-Jurassic extinction - 201 juta tahun yang lalu

Periode Trias terjadi sekitar 201 juta tahun lalu di mana pada masa ini dinosaurus mulai menghuni dunia. Meskipun masih belum jelas mengapa kepunahan massal keempat ini terjadi, para ilmuwan berpendapat bahwa aktivitas vulkanik besar-besaran terjadi di wilayah dunia yang sekarang tertutup oleh Samudra Atlantik lah biang keroknya.

Mirip dengan kepunahan Permian, gunung berapi melepaskan karbon dioksida dalam jumlah besar, mendorong perubahan iklim dan menghancurkan kehidupan di Bumi. Temperatur global meningkat, es mencair, dan permukaan laut naik dan diasamkan. Akibatnya, banyak spesies laut dan darat punah, ini termasuk buaya prasejarah besar dan beberapa pterosaurus terbang.

Menurut majalah Discover, ada teori alternatif yang menjelaskan kepunahan massal ini, yang menunjukkan bahwa peningkatan kadar karbon dioksida melepaskan metana yang terperangkap dari permafrost, yang akan menghasilkan rangkaian peristiwa serupa.

5. Kepunahan K-Pg - 66 juta tahun yang lalu

Yang paling terkenal dari semua peristiwa kepunahan massal adalah kelunahan K-Pg yang lebih dikenal sebagai hari dimana dinosaurus mati. Peristiwa ini terjadi karena sebuah asteroid dengan lebar lebih dari 8 mil (13 kilometer) jatuh ke Bumi dengan kecepatan sekitar 45.000 mph (72.000 km/jam).

Ini membuat lubang selebar 110 mil (180 km) dan kedalaman 12 mil (19 km), yang disebut kawah Chicxulub. Tabrakan itu kemudian menghanguskan semua daratan di sekitarnya dalam jarak 900 mil (1.450 km) dan mengakhiri kekuasaan dinosaurus selama 180 juta tahun di Bumi.

Yang terjadi setelah dampaknya adalah langit menghitam selama berbulan-bulan yang disebabkan oleh puing-puing dan debu yang dilemparkan ke atmosfer. Hal ini mencegah tanaman menyerap sinar matahari, dan mereka mati secara massal dan menghancurkan rantai makanan dinosaurus.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Rekomendasi
Konten Natural Bersama...
Konten Natural Bersama Kekasih Bikin Mohammad Irfan Makin Dikenal Warganet
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
Hydroplus Soccer League...
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 Digelar di Kudus, 16 Tim Putri Berebut Gelar Musim Perdana
Berita Terkini
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved